utaratu

Home » Taushiyah » Kajian Muslimah (KAMUS) » UCUP feat KAMUS: Bakso Kuah feat Cantik ala Muslimah

UCUP feat KAMUS: Bakso Kuah feat Cantik ala Muslimah


Taipei, 16 Februari 2014. Hawa dingin masih tersisa di Bumi Formosa. Seiring dengan sirnanya sang Surya di ufuk barat, beberapa muslimah Utaratu sudah terlihat menyibukkan diri ke longue dorm satu. Ya, perhelatan rutinan Kajian Muslimah [Kamus] kembali diadakan. Tidak hanya itu, agar lebih meriah lagi, sengaja digabungkan juga dengan UCUP [A Cup of Ukhuwah Tea] dalam satu kegiatan yang sama. Maka jadilah kegiatan yang super‘akbar’ di tengah dinginnya malam.

#UCUP Februari 2014

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, namun masih ada beberapa muslimah yang berada di longue dorm satu. Minggu-minggu ini memang minggu sibuk. Selain harus mempersiapkan untuk hari aktif kuliah, muslimah Utaratu juga disibukkan dengan kegiatan lain. Kegiatan UCUP dan KAMUS yang terjadual pukul 19.30 harus molor. Baru pada pukul 20.20 kegiatan bisa dimulai.

Untuk petugas UCUP bulan Februari ini adalah gabungan dari teman-teman kamar 305; Yuniar Indrisari, Andini, Laila, dan Artya bersama dengan Kak Yani Idris [NTNU] dan juga Dyka [NTUST]. Andini didapuk menjadi MC untuk acara ini, sedangkan tilawah dilantunkan oleh Laila. Tak lupa, setelah tilawah, peserta diperkenankan untuk mengenalkan diri masing-masing. Karena memang ada beberapa muslimah yang notabene adalah mahasiswa baru.

Usai pembukaan peserta UCUP langsung digiring menuju tempat games. Dyka sudah siap menjadi pemandu games. Sama dengan games biasanya, peserta yang berjumlah sekitar 24 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Setelah terbagi masing-masing peserta segera berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.

Dan permainan pertama pun dimulai…🙂

Dyka segera mengambil alih acara. Peserta yang riuh ramai harus di-stop untuk bicara. Karena mereka harus mendengarkan peraturan games pertama. Untuk permainan pertama adalah permainan tebak kata. Bukan tebak kata biasa, tetapi tebak kata berbahasa Cina.

Peraturannya dari masing-masing grup harus menyediakan 1 orang sebagai ‘peraga’ dan sisa tim anggota akan menebak apa yang diperagakan oleh peraga dalam kata-kata Zhongwen. Cukup asyik!

Grup pertama sengaja dipilih Mbak Lilik sebagai peraga. Sedangkan sisanya beramai-ramai menebaknya dalam Zhongwen. Cukup sukses panitia menggunakan trik ini untuk meramaikan suasana. Nyatanya waktu tiga menit sudah cukup untuk membuat peserta dan juga penonton untuk tertawa terpingkal-pingkal melihat kehebohan tim penebak dan juga lawan yang duduk-duduk di kursi panjang.

Setelah grup pertama usai, kini giliran grup kedua untuk unjuk gigi. Berbeda dengan grup pertama, grup kedua secara ‘ko-insiden’ memilih Mbak Mayke sebagai juru peraga. Bukan karena apa-apa,  karena memang secara tidak sadar orangnya telah melihat soal-soal yang sudah dibawa oleh panitia!🙂

Waktu tiga menit sudah diberikan oleh panitia. Beragam kehebohan grup dua sudah terjadi. Tawa, canda, terpingkal-pingkal semua berkumpul  menjadi satu. Dan kalau dihitung secara seksama, diantara waktu tiga menit itu mungkin sepertiganya habis digunakan untuk berteriak dan acara heboh-hebohan.😦

Setelah ditotal oleh panitia, grup 2 akhirnya memenangkan permainan pertama. Selamat yak!🙂

Permainan tidak berhenti sampai di situ. Masih ada satu permainan lagi. Aturan mainnya adalah peserta harus berhasil melewati ‘tes’ yang susah-susah gampang.

Dua grup berdiri, grup satu membelakangi grup dua. Masing-masing anggota grup dua akan ‘menjawil’ anggota grup satu untuk mengucapkan kata GAJAH atau SEMUT. Ketika peserta yang di’jawil’ mendengar kata GAJAH, maka mulutnya harus mengatakan kata BESAR dan kedua tanggannya menggambarkan lingkaran kecil. Sedangkan saat ia ‘terjawil’ dan mendengar kata SEMUT maka mulutnya harus bicara KECIL dan kedua tanggannya menggambar lingkaran besar.

Permainan berlangsung seru!🙂

#KAMUS Februari 2014

Puas dengan permainan, acara dilanjutkan kembali dengan Kajian Muslimah [KAMUS]. Dan untuk edisi kali  ini pembicara yang diundang tim Kemuslimahan Utaratu adalah dr. Endah Rahmawati  untuk membawakan materi ‘Cantik ala Muslimah’.

Seperti judul Kajian Muslimah, dr Endah yang juga masih aktif sebagai mahasiswi program Doktoral (S3) di TMU (Taipei Medical University)ini mengawali pembahasannya dengan peran dan sejarah wanita dari masa ke masa. Materi diawali dengan kedudukan dan peran muslimah sebelum Islam datang.

PICT1

Peran Wanita antar-zaman

Wanita sebelum kedatangan Islam

Peran seorang wanita tidaklah lebih dari sekedar hadiah untuk para pemenang pertarungan di zaman Yunani kuno, atau  yang dikenal dengan Gladiator. Sang Gladiator pemenang akan mendapatkan hadiah wanita yang dijanjikan. Lain halnya dengan wanita di Yunani. Seorang ayah di Yunani diperbolehkan untuk menjual anak wanitanya kepada orang lain. Tidak hanya putri kandungnya, bahkan dia juga boleh menjual istrinya. Nauzubillah!

Sedangkan di India, wanita sangat kental hubunganya dengan kata kesetiaan. Sampai-sampai kesetiaan seorang istri di India harus ‘dibayar’ dengan ikut terjun dalam kobaran api saat sang suami meninggal dunia. Juga banyak didapati istri yang ‘mengorbankan’ diri di sungai Gangga. Hingga kita akan mendapati banyak ‘mayat’ yang dimakan oleh binatang.

Negara Arab, sebagai negara tempat lahirnya sang Nabi SAW, utusan Allah yang terakhir, wanita juga tidak kalah lebih buruk perlakuannya dibandingkan negara lain pada masa itu. Banyak kita dapati di dalam sejarah pra-Islam, jika seorang ayah bisa membunuh atau mengubur hidup-hidup anak perempuannya. Karena anak laki-laki dinilai lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan anak perempuan.

Wanita ketika Islam datang

Berbeda dengan kedudukan dan peran wanita sebelum Islam datang, kedatangan islam justru mengangkat dan memuliakan derajat seorang wanita. Islam tidak membeda-bedakan kedudukan wanita dan laki-laki. Meski dalam beberapa hal memang terdapat perbedaan hak dan kewajiban laki-laki dan wanita, namun demikian itu tidak mengurangi kedudukan wanita di dalam Islam.

Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” [HR Muslim]

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku” [HR Tirmidzi]

Jelas sudah kedatangan Islam justru ‘mengangkat’ derajat wanita yang semula hanya sebagai barang ‘mainan’ dan juga pemuas nafsu menjadi sosok makhluk yang terhormat dan harus mendapat perlakuan yang baik dari laki-laki.

Wanita dan Hijab

Kewajiban memakai hijab pada wanita muslim bukanlah sesuatu yang membuat wanita terbatas dan juga menghalangi wanita agar terkekang. Tapi hijab adalah sebuah wujud kehormatan wanita dan penghormatan Islam kepada muslimah.

“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” [QS. Al A’raf: 26]

Namun saat ini, mengapa malah wanita yang menurunkan martabat dan derajatnya sendiri? Ini adalah sebuah pertanyaan besar di dalam benak setiap wanita yang harus terjawab.🙂

Banyak kita jumpai trafficking wanita, model-model cantik yang rela membuka aurat demi segenggam uang dan kepopularitasan. Dan juga marak terjadi penjualan wanita, entah memang karena terpaksa atau malah menjanjakan diri mereka sendiri. Dan yang lebih parah lagi adalah para remaja yang sudah mulai ‘berani’ tampil dan mengumbar ‘pesona’ mereka.

Cantik itu??

Cantik adalah hal yang  tidak bisa dipisahkan dengan wanita. Rasanya hampir semua wanita ingin tampil secantik mungkin. Meski sebetulnya pengertian atau definisi kata cantik adalah sangat relatif. Tidak ada patokan atau standar khusus yang bisa dijadikan parameter untuk nilai dari cantik itu sendiri.

Bangsa Cina kuno mengidentifikasi kata cantik dengan kaki. Hubungannya adalah semakin kecil kaki seorang wanita maka wanita akan dikatakan semakin cantik. Tidak heran jika wanita cinta memiliki kaki yang tidak banyak berubah dari sejak dilahirkan hingga meninggal dunia. Mereka melakukan ‘ritual’ khusus untuk memendekkan kaki. Kaki-kaki wanita Cina kuno harus dibalut agar tidak banyak tumbuh. Hal ini memungkinkan mereka hanya berjalan dalam jarak dekat dan juga berukuran mungil, dan kaki inilah yang dikenal dengan sebutan “Kaki Lotus”.

Lain Cina lain pula dengan negara Myanmar. Negara yang masuk kawasan Asia Tenggara ini mengidentifikasi wanita berleher panjang adalah wanita yang cantik. Maka jangan heran jika masih kita jumpai “sisa” wanita cantik yang memiliki leher sangat panjang. Dan rata-rata mereka mengenakan gelang leher. Makin banyak kalung yang terpasang tentu makin ‘naik’ skor kecantikannya.

Ethiopia lebih lagi. Mereka menilai kecantikan dari lebarnya mulut seorang wanita. Sangat terdengar ekstrim. Sebuah mulut mampu “menelan” benda yang berukuran cukup besar.

Dan wanita suku pedalaman tanah air juga tak kalah dengan wanita luar negeri. Sebagai salah satu suku yang memiliki kebudayaan, suku Dayak Kalimantan memiliki persepsi tersendiri tentang kata cantik. Mereka menganggap jika cantik itu adalah seorang wanita yang memiliki lubang telinga untuk giwang yang sangat panjang.

Zaman Paleolitikum juga sudah ‘menemukan’ karakter wanita cantik. Sosok Dewi Venus disimbolkan sebagai sosok wanita yang cantik pada zaman itu.

Maka cantik itu sebenarnya sangat-sangat relatif. Terisolasi oleh batasan geografis, waktu, dan juga kebudayaan. Dan kita tidak bisa ‘memaksakan’ pendapat kita tentang cantik ini kepada semua orang.

Cantik yang Islami

Islam datang untuk memberikan rahmat kepada seluruh alam. Tak terkecuali muslimah. Ketika semua wanita berbicara tentang kecantikan, Islam pun juga memiliki “standar” wanita yang cantik. Tentunya Islam tidak memiliki keterkaitan dengan ukuran cantik seperti bangsa-bangsa yang ada, seperti yang sudah diuraikan di atas.

Salah seorang Syaikhul Islam, Hasan Al Banna memberikan “kriteria” muslim ideal yang dirangkum dalam Sepuluh karakter muslim [10 Muwashofat]:

  1. Salim Al-Aqidah (bersihnya akidah)
  2. Shahih Al-Ibadah (lurusnya ibadah)
  3. Mantin Al-Khuluq (kukuhnya akhlak) mampu mengendalikan  hawa nafsu dan syahwat.
  4. Munazham fi syu’unih (teratur urusannya)
  5. Haris ‘ala Waqtih (memperhatikan waktunya)
  6. Nafi’ li Ghairih (bermanfaat bagi orang lain)
  7. Qadir ‘ala Al-Kasb (mampu mencari penghidupan)
  8. Mutsaqaf Al-Fikr (luas wawasan berpikirnya)
  9. Qawiy Al-Jism (kuat fisiknya)
  10. Mujahid linafsih (pejuang diri sendiri)

Kosmetik Muslimah

  • Bedaknya air wudhu
  • Celak matanya ghodul bashar
  • Perona matanya bersyukur hati yang nampak dalam binar mata
  • Perona pipinya rasa malu
  • Lipstiknya Kejujuran & untaian kata penuh hikmah
  • Pelembab bibirnya adalah dzikir dan melantunkan ayat-ayat Quran

Perhiasan Muslimah

  • Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya
  • Giwangnya adalah mendengarkan Al Quran dan nasehat yang baik
  • Kalungnya adalah kelapangan dada, Qanaah dan pemaaf serta kesucian
  • Gelangnya adalah suka shodaqoh dan tawadhu
  • Cincinnya adalah selalu menunjuki manusia pada jalan kebenaran dan kebaikan
  • Mahkotanya adalah penjagaan diri
  • Pakaiannya adalah pakaian Taqwa
  • Alas kakinya adalah Mujahadah dan Istiqamah

Keindahan Muslimah

  • Malu karena Allah adalah perona pipinya
  • Zikir yang senantiasa membaasahi bibirnya adalah lipstiknya
  • Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat
  • Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat
  • Kaki indahnya sellau menghadiri majelis ilmu
  • Tanganya selalu berbuat baik pada sesama
  • Pendengaranya yang ma’ruf adalah anting muslimah

Muslimah dan perawatan kecantikan fisik

Tentu tidak bisa dipungkiri selain cantik secara rukhiyah dan juga jiwa, kecantikan secara fisik perlu juga diperhatikan. Meski cantik secara fisik memang tidak ada patokan atau standar. Tetapi cantik yang kaitannya tentang kesehatan tentu yang ada kaitannya dengan Islam. Dimana itu menjadi salah satu wujud syukur kita kepada Allah atas kesempurnaan fisik kita.

Eits, sebagai seorang muslimah sudah menjadi kewajiban kita untuk memilih dan memakai barang/ mengkonsumsi segala sesuatu yang halal dan thayyib. Maka dari itu kita juga harus selektif dengan kosmetik yang kita gunakan untuk aktivitas keseharian kita.

Cara mengenali kosmetik halal

Kategori kosmetik

  1. Kosmetik Halal

Botanical ingredient, atau bahan dalam kosmetik yang berasal dari tumbuhan (herbs, roots, flowers, fruits, leaves, seeds) secara natural adalah halal, kecuali yang telah tercampur dengan enzim dari hewan.

Turunan ekstrak dari ikan dan lebah

  1. Kosmetik Non-Halal

Semua bahan turunan dan ekstrak dari binatang yang diharamkan – seperti babi Plasenta Babi (plasenta di ganti dengan Protein)

Sodium heparin berasal dari babi

plasenta biasanya dari manusia, kambing atau sapi.

  1. Masbooh

Allantoin (alantoin), asam amino, cholesterol, kolagen, colours/dye, cystine (sistina), elastine, gelatine (gelatin), glycerine (gliserin), hyaluronic acid (asam hialuronat), hydrolysed animal protein, keratin, lanolin, lypids, oleic acid (asam oleat), stearic acid (asam stearat), stearyl alcohol, tallow (lemak hewan), vitamin A.

Di Indonesia, apakah sudah ada badan sertifikasi halal untuk kosmetik?

  • Sertifikasi ini dikeluarkan oleh LPOM (Lembaga Pengawas Obat dan Makanan) MUI.
  • Tidak semua produk kosmetik yang beredar di Indonesia merasa perlu untuk mendaftarkan sertifikasi ini.
  • Kekhawatiran konsumen mengenai kosmetik masih sebatas bahan-bahan yang berbahaya, seperti merkuri, atau paraben
  • Merek produk kosmetik yang tidak termasuk dalam daftar halal LPOM, bukan berarti tidak halal.

Untuk mengecek status kehalalan kosmetik yang beredar di pasaran, bisa cek langsung ke website: http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html

Sedangkan bahan-bahan kosmetik yang harus kita hindari adalah kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti: Merkuri, steroid, Asam retinoat, dan juga Hidrokinon.

  1. Merkuri
  • Fungsi : pemutih, Anti aging
  • Efek: merusak ginjal dan sistem saraf, Karsinogenik (Kanker kulit), menghambat perkembangan otak bayi dalam kandungan dan anak-anak yang masih kecil
  • Tanda dan gejala keracunan: sakit kepala, sensasi aneh seperti kesemutan di tangan, kaki dan sekitar mulut, kedutan otot, gemetar , penurunan fungsi mental dan hilangnya koordinasi, kerusakan ginjal , kegagalan pernapasan, yang bisa menyebabkan kematian
  • Produk: Anti-acne, Pemutih
  • Efek: Iritasi kulit, rasa terbakar pada kulit, kulit kering, cacat pada rahim (teratogenik)
    • Produk: Pemutih (bahaya jika kadarnya lebih dari 2 %)
    • Efek: Terbakar, Okronosis oksigen (warna kulit biru kehitaman), Vitiligo (bintik2 hitam)
    • Fungsi: Anti inflamasi, Untuk pengobatan dermatitis
    • Efek:
  1. Asam Retinoat/tretinoid
  1. Hidrokinon
  1. Steroid
  1. Atropi/ Penipisan pada kulit à depigmentasi (kulit tampak cerah)
  2. Efek jangka lama: STRIAE ATROFISE (garis2 seperti stretchmark)
  3.  TELANGIECTASIA (pelebaran kapiler pembuluh darah, tampak seperti `urat`2 halus di kulit)
  4. DERMATOSIS AKNEIFORMIS (kelainan kulit menyerupai jerawat)
  5. HIPERTRIKOSIS (pertumbuhan rambut / bulu2 di kulit semakin banyak)
  6. HIPOPIGMENTASI (bercak putih pada kulit)
  7. DERMATITS PERIORAL (peradangan kulit sekitar mulut)

Daftar Kosmetik Berbahaya temuan BPOM sepanjang tahun 2013

  1. Tabita Daily cream
  2. Tabita nightly cream
  3. Tabita skin care smooth lotion
  4. Herbal clinic “green alvina” walet cream mild night cream
  5. Green alvina night cream acne
  6. Chrysant 24 skin care pemutih ketiak
  7. Chrysant 24 skin care  cream malam jasmine
  8. Chrysant 24 skin care  AHA toner no. 1
  9. Chrysant 24 skin care  AHA toner no. 2
  10. Chrysant 24 skin care AHA toner no.3
  11. Hayfa sunblock acne cream natural pgi-sore
  12. Hayfa acne morning pagi-sore
  13. Acne lotion dr.Nur Hidayat,Sp.KK
  14. Cream malam prima dr.Nur Hidayat,Sp.KK
  15. Acne Cream malam dr.Nur Hidayat,Sp.KK
  16. Cantik whitening vit.E night cream
  17. Canti whitening vit.E day cream

Untuk itu kita sebagai muslimah harus selektif dalam memilih kosmetik. Jangan pernah asal-asalan; asal bikin cantik, asal bikin putih, dan asal murah atau bermerk. Tapi kita juga harus perhatian dengan status kehalalan serta komposisinya.

Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam memilih kosmetik; Kenali kebutuhan diri, Kenali identitas kosmetik, dan cek kondisi kosmetik. Hal ini penting untuk dijadikan perhatian bagi setiap muslimah yang ingin tampil cantik dengan kosmetik sebagai perawatan kulit dan wajah.

So, jadilah konsumen cerdas!🙂

Wallahu a’lam bis shawwab. [Laili]

Allahuma kamaa hassanta khalqii fahassin khulqii”

(Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindahlah pula akhlaqku)

(HR Ahmad)

PICT7 PICT10

PICT6 PICT8


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: