utaratu

Home » UCUP » Ukhuwah: Sehangat Soto (dalam) Kuah

Ukhuwah: Sehangat Soto (dalam) Kuah


Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai-berai. Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu jadilah kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. Dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk. (Ali Imran: 103)

Taipei, 1 Januari 2014. Awal tahun baru di Taipei. Kemuslimahan Utaratu menyambutnya dengan agenda bulanan: A Cup of Ukhuwah Tea atau yang dikenal dengan UCUP. Kali ini giliran kamar 311 [Ilma, Retno, Laila]dan juga 511 [Fayruz, Uki]yang menjadi petugas yang berwajib. Juga ditambah dengan 1 personil dari TMU, Anggi Setyo.

11

Acara dimulai sekitar pukul 19.30. MC didapuk oleh Anggi dan tilawah oleh Erliyah. Pada mulanya acara ini dihadiri sekitar 20 peserta, kemudian membengkak menjadi 26 peserta.🙂

Agenda pertama adalah PIJAT! Ya, semua peserta siap dengan posisi saling membelakangi untuk dipijat. Masing-masing sudah menyiapkan bahu, pundak sebagai puncak bagian pemijatan gratis. Meski hanya sebentar terbukti acara pijam-memijat ini bisa me-refresh pundak yang keju-linu-kaku!

6 3 7

Selanjutnya yang tak kalah seru dengan aksi pijat masal adalah games. Dan yang spesial dari UCUP edisi tahun baru masehi adalah adanya tagline yang dijadikan kunci:

Hangat-Semangat-Hebat-Ingat-Cepat-Lihat-Pijat-Ikat-Lekat-Umat-Cermat-Rapat-Erat-Ayat

Dari kata-kata tersebut rupanya Fayruz, sang intruktur games acara menggunakannya sebagai poin-poin yang digunakan untuk game.

Permainan nampaknya memang selalu menjadi yang favorit dan yang paling dinantikan oleh peserta. Ada tawa, keceriaan, dan juga semangat yang selalu menyala ketika games berlangsung.

Sebelum permainan dimulai, Fayruz menginstruksikan agar semua peserta games berhitung satu dan dua untuk pembagian kelompok. Secara berurutan semua peserta mulai buka mulut. Yang bersuara satu segera berkumpul dengan yang juga bersuara satu. Begitu juga dengan yang bersuara angka dua.

Games pertama adalah tentang “Pengurutan”. Eits, bukan yang berkaitan dengan mengurut pijat! Pengurutan di sini adalah yang berkaitan dengan mengurutkan sesuatu sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Masing-masing tim yang beranggotakan sekitar sepuluh orang diminta untuk konsentrasi. Pertama sang instruktur memberikan aba-aba agar peserta berbaris berdasarkan urutan abjad namanya. Riuh mulai tercipta. Peserta belepotan mengucapkan awalanan huruf nama masing-masing. Setelah beberapa saat, tim dua lebih dahulu berhasil menyelesaikan dan memenangkan. Tidak berhenti sampai di situ, kemudian peserta diminta untuk kembali ke posisi semula dan mengurutkan barisan sesuai tinggi badan. Yang ini mungkin sedikit lebih mudah dari perintah pengurutan nama sesuai abjad. Tantangan selanjutnya adalah mengurutkan nama bapak peserta sesuai dengan abjad. Karena perintah di luar prediksi peserta, nampak peserta kebingungan dan menyuarakan nama bapak  masing-masing.🙂 Nampaknya hal itu belum membuat instruktur puas, masih kembali mengomandokan agar peserta konsentrasi. Pengurutan kembali dilontarkan ke peserta, yaitu: mengukur jarak lab yang paling jauh hingga yang terdekat dengan dorm 1 plus selanjutnya adalah mengukur jarak rumah yang paling dekat hingga yang terjauh dari Taiwan. Nah! Baru bingung deh jadinya.

4 10

Dan akhirnya grup dua tampil sebagai pemenang. Menyisihkan grup satu yang super riuh ramai! selamat🙂

2

Usai tertawa dan sedikit cek-cok bergembira dengan games yang pertama, peserta bersiap melanjutkan ke games season 2.

Berbeda dengan games pertama, games kedua ini tidak serumit games pertama. Hanya membutuhkan tingkat konsentrasi yang super tinggi. Aturan permainannya adalah masing-masing peserta menghadap ke belakang. Dan satu nama dari tiap grup yang disebut oleh instruktur harus menoleh ke belakang. Kemudian secara cepat instruktur akan mengucapkan soal. Soal bisa beruba pertanyaan singkat tentang apa saja, bisa nama, asal kota, atau pertanyaan di luar informasi seputar peserta permainan.

Setelah berlangsung beberapa lama. Nampaknya keberuntungan memang berpihak kepada grup dua. Grup satu harus berbesar hati untuk menerima kekalahan di malam tahun baru masehi!😦

Puas dengan dua games hasil olahan 311 dan 511, kini saatnya peserta dimanjakan lidahnya oleh hidangan yang sudah siap santap; soto dan borju. Dua menu yang istimewa saat musim dingin. Menghangatkan tubuh dan mengenyangkan perut.

1 9 8

Sambil mengambil sambal, jeruk nipis dan tomat, plus kerupuk peserta disuguhi tontonan yang bermanfaat: film pendek tentang lika-liku perjalanan para peserta lomba menghafalkan Al Qur’an di Mesir.

13

Peserta nampak menikmati momen-momen suasana UCUP. Canda tawa, renyahnya kerupuk, dan juga suasana menonton film yang menyenangkan. Sesekali terdengar ada beberapa peserta yang masih ingin menambah porsi makan soto. Memang, panitia sengaja membuat soto berlebih karena sepertinya sudah memprediksikan permintaan soto akan meningkat tajam.

Tidak jauh dengan nasib sang soto. Nasib bubur kacang ijo atau yang diplesetkan dengan istilah bubur kacang ijo juga sama. Banyak peserta yang ingin menambah porsi burjo mereka. Dengan senang hati panitia meladeni permintaan ‘pelanggan’ mereka.🙂

Di ending acara, Fayruz sedikit memberikan tausiyah tentang isi film yang telah diputar. Penekanan bahwa menghafal Al Qur’an itu penting bagi setiap muslim. Dan jika kita sebagai seorang calon ibu atau ibu, yang menginginkan anak-anak kita kelak sebagai penghafal Al Qur’an, maka sudah seyogyanya dimulai dari kita sendiri.

Lagi-lagi motivasi tentang menghafal Al Qur’an kembali digemakan. Bahwa setiap muslim memang harus di-encourage untuk mencintai Kitab suci mereka.

Berbagi tips, Fayruz mengutip sedikit tips dari Ustadz Yusuf Mansur tentang cara menghafalkan Al Qur’an. Yaitu diulang-ulang setiap ayat sebanyak 20 kali. Cara ini memang terbukti efektif untuk menancapkan hafalan di memori kita.

Kembali Fayruz meminta beberapa peserta untuk berbagi tips dalam menghafalkan Al Qur’an. Mbak Nikmah ikut berbagi tips yaitu dengan sering mengulang dan membacanya. Juga digunakan sebagai bacaan solat. Hal ini juga tips yang diberikan oleh Mbak Maisyah Irfana. Endingnya Laili menutup dengan sebuah kutipan dari salah satu ulama Mesir, beliau mengutip salah satu hadis Rasulullah SAW bahwa derajat seorang muslim di surga kelak tergantung dari banyaknya ayat suci Al Qur’an yang dihapal.

Penghujung acara, agar lebih berkah acara ditutup dengan doa oleh Mbak  Nikmah. Terselip sebuah doa kecil yang dilantunkan. Doa yang dulu pernah diucapkan oleh Nabi Ibrahim as saat meminta keturunan (yang saleh):

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

 “Ya Tuhanku, berilah aku anak yang termasuk orang-orang saleh.”

[QS. As Shaaffat: 100]

Sebelum acara usai, kembali dilakukan ‘kocokan’ untuk penentuan petugas UCUP edisi selanjutnya. Dan keberuntungan berpihak pada kamar 410 dan juga Chichaa TMU. Selamat berjuang di edisi UCUP mendatang!🙂

12

[Laili]


1 Comment

  1. fayruzrahma says:

    Reblogged this on fayruzrahma and commented:
    UCUP – A Cup of Ukhuwah Tea ^v^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: