utaratu

Home » UCUP » UCUP [A Cup of Ukhuwah Tea] Spesial Muharram 1435 H

UCUP [A Cup of Ukhuwah Tea] Spesial Muharram 1435 H


Taipei, 15 November 2013. Musim dingin mulai menghembuskan nafasnya di Taipei. Di balik hawa dingin yang menyeruak, penghuni kamar 413 [Mbak Nikmah, Lilik, Faika, Sylvi, dan Nafi’] tetap bersemangat untuk mengadakan UCUP [A cup of ukhuwah tea]. Sebuah event bulanan yang rutin digelar secara bergilir tiap kamar dorm 3. Ucup kali ini dilaksanakan pukul 19.00 di longue dorm 1, selain memang lebih sepi, di tempat ini peserta bisa lebih bebas dan leluasa bergerak. Tentunya juga boleh berteriak!🙂

Menu UCUP kali ini begitu spesial dan cukup menggoda : RUJAK! Barang langka yang mungkin tidak setiap saat kita bisa mendapatkannya di Taiwan. Makanan ini memang menjadi magnet tersendiri. Membius dan mengundang dengan sendirinya. Juga, ada klepon aka jajanan tradisional yang sudah dipersiapkan oleh si empunya hajat. Makanan melimpah ruah, dan acarapun dimulai!

1

DSC_0043

10

Setelah pembukaan yang dilakukan oleh MC Nafi’ul, dilanjutkan dengan tilawah oleh Mbak Nikmah. Berbeda dari biasanya, Mbak Sitti Faika ditunjuk sebagai penceramah alias pemberi materi. Dengan sigap Mbak Ika yang juga seorang dosen ini memberikan materi tentang kesehatan. Materi yang masih erat kaitannya dengan dunianya sehari-hari.

DSC_0046

Berbicara tentang kesehatan, Mbak Ika mengambil pokok materi yang lebih mengerucut dan serius. Bukan kesehatan dalam artian penyakit menular ataupun penyakit flu burung yang sesekali masih berhembus kencang di dunia Asia. Tapi beliau menjelaskan materi singkat, padat, namun susah (bagi sebagian orang) untuk dilakukan.

Apakah itu?🙂

TIDUR dan MAKAN!

Mengapa tidur, apa yang membuat tidur harus dibahas, bagaimana tidur yang baik? Beliau menguraikannya dengan sangat gamblang dan detail.

2

Sebagai seorang akademisi, Mbak Faika turut mengaitkan pola tidur dan makan dengan kesehatan plus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Beliau mulai menceritakan tentang pola makan Rasulullah SAW. Beliau SAW tidak pernah makan kecuali sudah dalam posisi sangat lapar. Jadi tidak ada istilah sedikit-sedikit makan atau makan tanpa aturan. Juga pada saat sebelum kenyang, beliau SAW juga berhenti. Maka kita mengenal istilah dari Beliau SAW ini dengan kalimat ‘makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang’!

Uraian singkat mengenai hal ini Mbak Ika menjelaskan bahwa ketika kita makan hendaknya tidak terlampau banyak. Atau kita terlalu menuruti nafsu makan kita yang besar dan memakan apapun yang ada di depan kita. Istilahnya kita akan melahap habis apapun yang dihidangkan di hadapan kita. Maka ada sebuah konsep ‘menahan’ makan. Ada sebuah ajaran dari beliau SAW untuk  menahan nafsu ketika makan.

Jika diteliti lagi, maka benarlah sabda beliau SAW tentang makanan. Bahwa di dalam lambung kita tidak boleh terlalu banyak makanan. Komposisi isinya pun harus seimbang. Makanan tidak boleh mendominasi. Harus ada air dan juga udara. Apa akibatnya jika terlalu banyak makanan? Tentu saja sangat besar efeknya: mengantuk!

Pun alat yang digunakan ketika makan. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk makan dengan tangan. Setelah diteliti lebih lanjut, pada sela-sela jari kita terdapat salah satu enzim yang berkaitan dengan kekebalan. Makanya disunnahkan untuk menjilat jari-jemari ketika makan. Intinya kita diperintahkan untuk tidak menyisakan makanan. Selain agar tidak mubazir ada hikmah kesehatan yang luar biasa yang tersimpan di dalamnya.

Setelah membahas tentang makan ala Nabi SAW, Mbak Faika kembali menjelaskan tentang tidur. Sebagaimana makan, tidur juga merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Karena tidak mungkin kita menggunakan tubuh kita untuk bekerja 24 jam non-stop.

Lagi-lagi Rasulullah SAW adalah contoh atau tauladan yang paling baik mengenai masalah kesehatan, kendati beliau SAW bukanlah seorang dokter. Namun Allah Azza wa Jalla  memang telah memberikan perintah kita untuk meneladani sifat beliau yang tentu sudah terjamin kebenaran serta ke-sahih-annya seratus persen. Mbak Faika menjelaskan bahwa Rasul SAW selalu tidur lebih awal dan juga bangun lebih awal. Sehingga tidak ada istilah lemburan bagi Rasulullah SAW. Karena beliau selalu menyeimbangkan waktu tidurnya.

Idealnya jika dihitung, menurut Mbak Ika, yang paling ideal bagi pelajar adalah sekitar pukul 10 malam. Dan itu adalah batas maksimal. Intinya tidak ada kegiatan setelah jam itu. Kita diharuskan untuk menyudahi aktivitas harian dan mempersiapkan diri untuk tidur. Dan waktu tidur kita adalah sekitar 6 hingga 8 jam.

Pada kenyataannya sebagai mahasiswa yang ber’pangkat’ seorang mahasiswa engineer sangatlah mustahil untuk bisa mengikuti pola tidur seperti Rasul. Kebanyakan dari kita adalah mengerjakan tugas dari malam hingga pagi. Dan efeknya adalah kita akan tidur dari pagi hingga siang. Polat tidur yang sebenarnya adalah salah kaprah. Maka dari itu, untuk hidup yang lebih sehat dan produktif ada baiknya sebagai mahasiswa engineer sedini mungkin kita bisa meninggalkan pola tidur yang tidak sehat itu!😦

Tidak salah memang, ketika pagi, waktu di mana Allah menurunkan rahmat dan banyak berkah, kita malah melewatkannya di atas kasur. Sementara ketika malam, yang harusnya kita gunakan untuk istirahat, kita malah asyik dengan tugas dan pekerjaan. Lama-kelamaan kekebalan tubuh kita akan menurun, juga kondisi kita ketika bangun. Sangat tidak sehat.

Sesi materi yang berlangsung seru segera ditutup dengan adanya sesi berikutnya: games! Dipandu oleh Nafiul, peserta yang terdiri dari 21 orang dibagi ke dalam 3 tim. Panitia sudah menyiapkan 3 permainan. Yang pertama adalah lingkaran yang harus bisa melewati lingkaran “manusia”. Kedua adalah games benang kusut. Pada games ini tiap-tiap tim diharuskan membuat formasi bergandengan tangan dan panitia membantu untuk “mengacak” dan membuatnya menjadi “kusut”. Games yang ketiga adalah mengurutkan angka tanpa bicara. Masing-masing anggota tim diberi secuil kertas yang bertuliskan angka. Dan tanpa ada komunikasi peserta harus bisa mengurutkan dari angka terkecil sampai terbesar.

Games-yang bisa lumayan membuat kericuhan dan tawa. Semua peserta menikmati games yang telah disediakan. Meski tentu tak jarang terjadi comment dan complain dari peserta. Namun dengan bijak panitia bisa menyelesaikan serta mendamaikan suasana.🙂

Games telah berakhir. Lebih kurang 45 menit untuk menyelesaikan 3 jenis games tersebut. Peserta kembali duduk serta merapat ke posisi semula. Karena acara inti akan segera dimulai: RUJAKAN!

Panitia sudah menyediakan menu makanan yang terdiri dari 3 jenis: bubur kacang merah, aneka buah untuk rujakan, juga klepon dan jajanan lain. Memang UCUP kali ini peserta benar-benar dimanjakan lidahnya. Nenas, bengkoang, serta mentimun siap menemani cocolan sambel yang terdiri dari sambal pedas dan juga sedang. Karena ada beberapa mahasiswi yang alergi atau sensitif dengan pedas.

3 4

5 6 7 8 9

Puas dengan rujakan, sebagai penutup Mbak Lilik menutup dengan doa Rabithoh yang diamini oleh semua peserta. Juga tak lupa, dilakukan pengocokan untuk petugas UCUP edisi bulan depan. Dan hasilnya adalah kamar 511 juga 311 sebagai panitia.

Ps: jangan berhenti untuk mengikuti sunnah Nabi SAW!🙂

Sesungguhnya adalah bagi kamu pada Rasulullah itu teladan yang baik; Bagi barangsiapa yang mengharapkan Allah dan Hari Kemudian dan yang banyak ingat kepada Allah. ( QS. Al Ahzab : 21 )  

Terimakasih atas kerja keras dan juga kebersamaan dari teman-teman semua. [Laili]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: