utaratu

Home » SALAM » SALAM-WP FORMMIT UTARATU FALL 2013

SALAM-WP FORMMIT UTARATU FALL 2013


Menembus Badai|Meleburkan Perbedaan| Merapatkan Ukhuwah

Taipei, 21 September 2013. Sabtu kelabu, FORMMIT Utaratu memiliki agenda penting di saat suasana genting.  Suasana alam yang muram, langit mendung, angin berhembus tidak karuan. Dan juga Taifun Usagi dikabarkan akan segera ‘menyerang’ Taiwan. Semua tantangan alam itu tidak menghalangi antusiasme mahasiswa muslim yang berada di sekitar Taipei dan sekitarnya untuk hadir dalam SALAM (Sambut Kenal Akrab)- Welcome Party (WP) FORMMIT Utaratu Fall 2013.

Acara yang dimulai pukul 16.30 itu dihadiri oleh sekitar 87 peserta. Lokasi sengaja dipilih di kampus NTUST gedung S 312. Peserta sendiri mayoritas adalah mahasiswa (lama dan baru) juga dari NTUST, sedangkan sisanya adalah mahasiswa NTU dan TMU. Peserta bisa “ngakak-ngikik” menyimak acara WP yang dipandu oleh Sungging Haryo Wicaksono, yang SerSan– serius tapi santai. Dengan ekspresi datar, peserta dibuat begitu terbius oleh setiap kata yang terucap olehnya.

salam13-5

Setelah MC membuka acara dilanjutkan dengan tilawah yang dibawakan oleh Ahmad Dzulfahmi dan saritilawah oleh Iman Adipurnama. Dzulfahmi membacakan Surah Ali Imran ayat 102-107 yang menerangkan tentang ketakwaan, persaudaraan, dan juga sebagai umat penyeru kebaikan. Ayat-ayat tersebut sesuai dengan tujuan FORMMIT Utaratu yang berfungsi sebagai wadah dan juga pengikat persaudaraan sesama mahasiswa muslim di Taiwan, khususnya wilayah Utara satu. Peserta mendengarkan dengan khusyu’ dan penuh dengan kekhidmatan. Aura ketenangan terpancar ke seluruh penjuru ruangan.

Menginjak acara kedua dilanjutkan oleh sambutan dari Presiden FORMMIT, Wira Winardi. Dalam kurun waktu 15 menit, dr. Wira, begitu biasanya ia dipanggil, menjelaskan tentang organisasi FORMMIT di Taiwan sekaligus memberikan selamat kepada mahasiswa baru. Pengenalan FORMMIT ini dimaksudkan agar mahasiswa baru yang beragama Islam tidak kebingungan mencari wadah dan aktivitas yang bersifat Islami di kampus masing-masing. Sekaligus memberikan informasi tentang peta wilayah FORMMIT Taiwan. Wira yang tercatat masih aktif sebagai mahasiswa TMU (Taipei Medical University) ini juga memberikan penjelasan tentangnya pentingnya komunitas muslim. Selain untuk menjaga keimanan kita, komunitas muslim ini juga penting untuk sarana berdakwah kita di luar negeri.

Setelah Wira memberikan sambutan, Tim Nasyid SNSD (Senandung Nasheed, Semerbak Dakwah) tampil untuk menyegarkan suasana. Nasyid yang digawangi oleh Argo Hadi Kusumo, Arian Dwi Putra, Raditya Derifa Jannatin, Iman Adipurnama, dan Eka Adi Prasetya ini menyanyikan lagu dari Daud Sakty – La Ila Ha Illallah. Peserta menyambut dengan tepuk tangan dan kemeriahan yang luar biasa.

salam13-11

Puas dengan hiburan SNSD, Nur Muhammad Malikul Adil sebagai Gubernur FORMMIT Utaratu tampil sebagai pengisi acara selanjutnya. Adil, begitu sapaan kesehariannya, menjelaskan tentang susunan kabinet FORMMIT Utaratu. Memang momen ini dimanfaatkan FORMMIT Utaratu untuk penjaringan bakat dan minat. Tentunya banyak dari mahasiswa baru yang ingin mengisi kegiatan perkuliaahan mereka dengan organisasi yang bermanfaat.

salam13-18

Untuk mempermudah penjelasan, Adil menggunakan video yang berdurasi pendek. Dari video tersebut kita bisa lebih mudah memahami tentang apa dan siapa saja yang ada di FORMMIT Utaratu. Sehingga tidak membuat bertanya-tanya mahasiswa baru, kira-kira organisasi apa Utaratu ini. Pada tayangan awal dalam videonya, Adil menampilkan susunan kepengurusan. Tentunya dimulai dari dirinya sendiri yang berperan sebagai ‘penguasa’ alias Gubernur Wilayah Utaratu. Disusul dengan rombongan kabinetnya : Indhira Kusuma Wardani, Isro Hutama, Dimas Herjuno, Andri Ashfahani, Laili Fitriani, Yunafi’atul Aniroh, Firman Rosdiansyah, M Akmalul Ulya, Irawati Nurmala Sari, Haryo Wicaksono, Ramadhani Kurniawan, Vania Utami, dan Tata Aransta. Juga Adil sekaligus memberikan sekilas pandang tentang proker Utaratu. Sama dengan FORMMIT pusat, FORMMIT Utaratu-pun juga tidak hanya memiliki obyek mahasiswa, tetapi juga BMI (Buruh Migran Indonesia) yang berada di Taiwan.

Waktu menunjukkan pukul 17.35. Sesuai dengan rundown acara, peserta diarahkan untuk segera mengambil air wudhu dan juga mengambil tempat untuk persiapan Solat Maghrib berjamaah. Usai solat, peserta segera keluar ruangan untuk mengambil konsumsi makan malam. Tim konsumsi yang dimotori oleh Vania Utami segera mempersilahkan peserta untuk antre dan mengambil minuman terlebih dahulu. Sambil mencatat setiap peserta yang sudah mengambil konsumsi, Vania juga membagikan Moon Cake, bagi peserta yang beruntung dapat!🙂🙂

salam13-29 salam13-38 salam13-39 salam13-43

Acara dimulai kembali sekitar pukul 19.05. Haryo kembali pada posisinya sebagai MC untuk melanjutkan agenda acara WP. Tak kenal maka tak sayang, begitulah, untuk mengawali acara lagi, peserta diminta untuk mempersiapkan diri pada sesi selanjutnya : Bola KEPO. Sesi Bola KEPO ini sebetulnya adalah sesi perkenalan (ta’aruf). Dipandu oleh Ramadhani dan Nila, peserta diajak untuk fokus dan perhatian kepada setiap peserta lain yang sedang mengenalkan diri.

Tentu tak hanya sebatas kenalan, sambil kenalan peserta harus mengingat nama, jurusan, dan asal kampus. Karena sistem cara perkenalannya menggunakan bola. Bagi peserta yang kedapatan bisa menangkap bola, maka ia wajib menyebutkan identitas peserta sebelumnya denga baik dan benar. Untuk kemudian ia mengenalkan dirinya sendiri. Dan bola tenis yang ada di genggamannya akan dilemparkan ke peserta berikutnya. Begitu seterusnya. Baik dari ikhwan maupun akhwat dilakukan secara terpisah dan bergantian.

salam13-46 salam13-47 salam13-51 salam13-52

Puas dengan acara lempar dan melempar bola, Retno Widyastuti aka Chiku bergegas maju ke depan ‘panggung’. Bukan dalam rangka sosialisasi Indonesia Mengajar, akan tetapi mengisi materi “Living and Surviving” di Taiwan. Dalam kurun waktu 25 menit, Mbak Chiku, sapaan akrabnya, menjelaskan serba-serbi kehidupan di Taiwan. Apa dan bagaimana habit penduduk lokal yang harus kita ketahui. Dan yang lebih penting, bagaimana seorang muslim bisa bertahan hidup di Pulau Formosa ini. Mulai dari makanan apa saja yang bisa kita konsumsi, sejarah singkat Taiwan, hingga target akademis yang harus kita jadikan target hidup selama mengemban amanah belajar di Taiwan. Dua jempol buat Mbak Chiku!🙂

Malam semakin larut, peserta perlu untuk di-refresh lagi. Berbeda dengan acara-acara sebelumnya yang cenderung membuat peserta pasif. Acara berikutnya adalah yang membuat peserta benar-benar aktif dan sedikit kerepotan. Isro dan Laili tampil untuk membawakan sesi Games. Selain untuk bersenang-senang, games ini bertujuan untuk perkelanan karakter makanan dalam huruf mandarin. Pertama Isro membagi peserta ke dalam beberapa kelompok: ikhwan 6 kelompok dan akhwat 8 kelompok. Kemudian masing-masing kelompok bersatu dalam satu formasi tempat.

Setelah menampilkan beberapa karakter, peserta diminta untuk menyusun potongan puzzel yang sudah di’cincang’ rapi oleh panitia. Dibatasi oleh waktu sekitar 10 menit, peserta berlomba untuk memperebutkan 2 gelar kejuaraan. Akhirnya setelah melihat aksi heboh peserta menyusun putzel acak, ada yang sudah selesai menyusun sekaligus menebak dengan benar. Kedua kelompok tersebut berhak mendapatkan bingkisan spesial berbalut koran. Selamat untuk para pemenang!🙂

salam13-67 salam13-73 salam13-74 salam13-78 salam13-79

Sebagai rangkaian acara penutup, presentasi tentang event tahunan IMSA dan Utaratu, IMCE (International Muslim Cuture Exhibition) digencarkan. Selain untuk menjaring bakat-bakat terpendam, presentasi yang dilakukan oleh M Hendra P dan juga Isro Hutama ini bertujuan untuk menjelaskan event besar yang sudah digelar 2 kali ini. Plus peserta diminta untuk mengisi angket oprek IMCE yang sudah dibagikan kepada peserta.

salam13-80

“Santapan” untuk penutup, SNSD kembali beraksi! Tidak tanggung-tanggung, langsung menampilkan dua buah lagu dari alm Ustadz Jeffery Al Bukhory. Tembang pertama berjudul Ya Rasulallah. Lagi sendu yang mengingatkan kerinduan seorang ummat kepada Qudwahnya, Rasulullah SAW. Lagu yang kedua membuat dag-dig-dug peserta, baik yang sudah atau belum berumah tangga, Bidadari Surga. Sambutan berkali-kali tepuk tangan mengiringi suara merdu SNDS. Plus puisi yang dibawakan dalam diam dan keheningan. Menambah apik dan kompak Grup Nasyid yang tengah “naik atap” ini.

Jam tangan Haryo menunjukkan pukul 21.00. menandakan acara harus segera usai. Sebelum Haryo menutup acara, Pak Burniadi sebagai sesepuh NTUST memimpin doa bersama. Semua peserta dan panitia berdoa dengan khidmat dan khusyu’. Akhirnya selesai sudah serangkaian acara WP FORMMIT Utaratu! Alhamdulillah….[Laili]

salam13-85 salam13-87

PS: Big thanks to semua panitia WP FORMMIT Utaratu Fall 2013! Mulai ketua, Rama hingga ke konsumsi,Tata🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: