utaratu

Home » Taushiyah » UCUP [A Cup of Ukhuwah Tea] Spesial Ramadhan 1434 H

UCUP [A Cup of Ukhuwah Tea] Spesial Ramadhan 1434 H


Taipei, 15 Juli 2013. Sore itu muslimah berhijab memenuhi ruangan berukuran 4×6 m yang sehari-hari digunakan sebagai mushola mahasiswa NTUST. Tentunya waktu solat asar telah lewat. Muslimah Utaratu berkumpul memang tidak untuk melakukan solat berjamaah, akan tetapi berkumpul untuk melaksanakan agenda rutinan. Ya, setiap satu bulan sekali memang diadakan kegiatan yang bernama A Cup of Ukhuwah Tea. Entah mengapa dari nama tersebut kemudian terbentuk singkatan kegiatan “UCUP”. Yang tentunya sudah sedikit menyimpang dari nama asal-muasal kegiatannya.🙂

Apa yang berbeda dari kegiatan UCUP edisi sebelumnya? Tentu saja UCUP kali ini terasa begitu berbeda. Selain memang dikhususkan untuk perpisahan teman-teman yang sudah lulus studi-nya di NTUST (wilayah FORMMIT UTARATU), UCUP kali ini diselenggarakan di Bulan Ramadhan. Tidak seperti bulan-bulan sebelumnya, UCUP biasanya diadakan pada malam hari selepas atau menjelang solat Isya.

Karena pelaksanaannya di bulan Ramadhan, konsep acara yang digunakan tentu saja berbeda. Acara makan-makan, yang menjadi ciri khas UCUP, tidak diadakan selama acara berlangsung. Melainkan makan-makan diganti dengan acara buka puasa bersama.

Sesuai dengan kesepakatan, UCUP adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh tiap kamar secara bergilir. Kebetulan untuk edisi kali ini, kamar 305 menjadi ‘tuan rumah’. Team work yang dimotori oleh Sryang, Maisyah,Nila, Andriana, dan Tata ini dengan apik menyiapkan semua keperluan event ini. Mulai dari ‘sterilisasi’  Mushola NTUST dari ikhwan dan juga persiapan konsumsi spesial untuk berbuka puasa.

Acara dimulai sekitar pukul 18.00 pm, setengah jam lebih lambat dari jadual yang ditentukan. Memang, susah-susah gampang untuk membudayakan on-time arrival peserta! Meski begitu acara tetap berjalan lancar dan tanpa hambatan. Kegiatan cukup terlihat ramai, karena dihadiri lebih kurang oleh 30 orang peserta.

4 2

Andriana bertugas sebagai MC yang bertugas memandu jalannya acara. Setelah pembukaan, acara pertama adalah pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Maisyah. Suara merdunya mampu menghanyutkan hati peserta UCUP dalam kedalaman samudera Al Qur’an. Begitu menggetarkan dan membuat larut dalam kenikmatan. Penggalan Surah Al Baqarah ayat 183-185 yang menjelaskan tentang kewajiban puasa sangat pas dengan suasana Ramadhan yang masih menyelimuti.

Selanjutnya, ada pertunjukan spesial dari teman-teman tim nasyid akhwat yang tergabung dalam grup Nasheed-iyah. Grup nasyid yang baru terbentu sebulan yang lalu. Persembahan pertama sebuah lagu cover dari penyanyi Maher Zain yang berjudul Assalamu Alayka menjadi sesi pennyegar UCUP edisi kali ini. Grup Nasyid yang beranggotakan 8 orang (SryangYunaMaisyahKiswahLaili, ErliyahEmy, dan Annisa) ini mengalunkan suara secara beriringan dan bergantian. Nampak penonton merasa sangat terhibur dengan suara penyanyi yang pas-pasan dan ala kadarnya!🙂

Selepas pertunjukan nashid, acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Bu Nyai Yatim Lailun Nikmah, atau yang dikenal dengan sebutan Nyai Nikmah, sebagai acara inti. Nyai Nikmah yang juga mahasiswi S3 NTUST jurusan Chemical Engineering ini menjelaskan tentang Ukhuwah.

3

Mengapa ukhuwah? Tentu kita semua tau jika kondisi pertemanan atau ukhuwah yang kita jalin di NTUST / utaratu ini hanyalah sementara. Akan tetapi tali silaturahim tidak sementara. Ukhuwah tidak terbatas dengan pertemuan fisik, jarak, dan waktu. Ukhuwah akan tetap terbina dan terjaga meskipun raga tidak lagi berjumpa. Mulut tidak lagi menyapa. Dan telinga tak lagi mendengar sapa.

Ukhuwah itu sendiri adalah salah satu cara yang ‘ampuh’ untuk menjaga tali silaturahim yang terbentuk diantara sesama muslim agar tidak putus. Seyogyanya ada beberapa tahapan dalam ukhuwah islamiyah.

Ada beberapa tahapan dalam ukhuwah islamiah, yaitu :

1. Ta’aruf (perkenalan)

2. Tafahum (saling memahami)

3. Ta’awun (saling tolong menolong)

4. Tafaqul (saling menanggung beban)

Ta’aruf adalah hal pertama dan utama dalam ukhuwah, tanpa mengenal, maka tidak akan ada ukhuwah. Karena tali ukhuwah hanya mengikat kepada muslim yang saling mengenal, bukan pada muslim yang tidak saling kenal. Dengan mengenal akan ada kedekatan hati dan sebagai awal mula juga keakraban akan terjalin dan terbina.

Tahapan kedua adalah Tafahum. Tafahum adalah saling memahami. Bagaimana maksudnya? Tentu setelah kita mengenal saudara kita sesama muslim, kita harus faham betul bagaimana kondisi atau situasi yang terjadi pada saudara kita tersebut. Kita memahami bagaimana background dan faham betul bagaimana karakter satu sama lain. Sehingga dalam tahapan ini kita tidak hanya mengenal akan tetapi sudah memahami dengan baik seluk-beluk hingga karakter saudara kita.

Setelah kita faham kondisinya, tentu kita juga merasa lebih dekat dan akrab. Jauh lebih terasa akrab daripada kepada seseorang yang hanya kita kenali saja. Tanpa kita memahami bagaimana situasi dan kondisi yang terjadi padanya. Dengan faham maka kita akan tahu apa dan bagaimana kekurangan yang menimpanya. Dari sini, kita akan memiliki hubungan lanjut yang dinamakan ta’awun atau saling tolong-menolong. Sikap ini akan lahir dari dasar kenal dan juga faham. Tanpa kita mengenali dan memahami kondisinya, sangat mustahil kita bisa merasa saling memiliki dan juga mau menolong satu sama lain.

Tahapan terakhir, yang merupakan tahapan terdalam dari sebuah ukhuwah islamiyah, adalah takaful. Sikap mau menanggung beban. Di mana ketika seorang muslim yang satu dengan muslim yang lain merasa kenal, faham, dan juga mau menolong telah benar-benar merasa dalam satu tubuh. Maka sikap saling menanggung beban ini akan tumbuh dengan sendirinya dan mengakar hingga ke relung sanubari.

Nah, bagaimana kiat-kiat menjaga ukhuwah? Bu Nyai Nikmah membagi tips-tips spesialnya kepada peserta UCUP. Tema yang diangkat juga sesuai dengan kondisi akhir semester Spring yang memang sangat banyak mahasiswa yang telah lulus dan akan segera meninggalkan Taiwan untuk kembali ke tanah air tercinta.

Beberapa kiat untuk memperkuat tali ukhuwah adalah :

1. Katakan kepada saudaramu “Aku mencintaimu karena ALLAH”

2. Mendo’akan saudaranya

3. Menunjukkan wajah gembira dan senang jika bertemu saudara

4. Berjabat tangan dengan erat dan hangat jika bertemu

5. Sering-seringlah berkunjung

6. Memberikan ucapan selamat kepada saudara yang mencapai kesuksesan

7. Saling memberi hadiah

8. Memberikan bantuan kepada saudara yang dalam kesusahan atau sedang membutuhkan bantuan.

Dengan materi ini, sangat diharapkan akan menjadi bekal bagi peserta yang masih atau sudah selesai tugas belajarnya di Taiwan untuk tetap menjaga ukhuwah satu sama lain.

Acara UCUP tidak berhenti sampai di sini. Masih ada satu lagi persembahan dari Nasheed-iyah. Sebuah lagu yang menjadi penutup UCUP: Neo Sholawat-SNADA (cover). Lagu mahsyur dari SNADA yang merupakan tembang sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam beberapa versi bahasa, termasuk Mandarin.

Selang beberapa menit setelah acara usai, waktu berbuka telah tiba. Peserta mulai membatalkan puasa dengan hidangan pembuka: kurma, snack, dan naicha. Perpaduan Timur Tengah dan juga Taiwan!

5 6 7

Usai Solat Maghrib berjamaah, sebagai acara bebas, peserta menyiapkan lidah mereka untuk menyantap makanan menu utama: pientang makanan khas Indonesia. Dengan lauk dan rasa Indonesia bangeet. Di sela-sela itu, sebagai sesi perpisahan. Satu demi satu muslimah yang sudah lulus dan akan kembali ke tanah air diminta untuk memberikan kata-kata terakhir untuk ucapan selamat berpisah. Hingga akhirnya foto bersama menjadi sesi penutup UCUP edisi spesial ini.

1

Segenap kru Departemen Kemuslimahan UTARATU mengucapkan Selamat & Sukses kepada wisudawan yang lulus semester Spring ini. Selamat kembali pulang ke tanah air tercinta. Semoga ilmu yang didapatkan berkah dan bermanfaat untuk agama dan bangsa. Selamat mengukir kenangan dan pengalaman teman dan lingkungan yang baru, semoga ALLAH selalu melindungi di manapun kita berada.

Tidak terasa, kebersamaan itu begitu indah. Hingga kita semua lupa, bahwa kita sedang berada di negeri rantau.

Good luck and keep in touch!🙂

[Laili Fitriani, spesial thanks to Mb Yunafi’atul Aniroh atas ‘baceman’ narasinya]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: