utaratu

Home » Taushiyah » Kajian Jumat Malam (KAMAL) » Momentum Haji sebagai semangat syiar Islam

Momentum Haji sebagai semangat syiar Islam


KAMAL edisi 26 Oktober 2012

TAIPEI, FORMMIT UTARATU – Dan berserulah kepada manusia  untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (Q.S. Alhajj: 27)

Haji yang merupakan Rukun Islam kelima ini memiliki nilai dan hikmah luar biasa di dalamnya. Pada momentum haji tersebut seharusnya banyak hal yang dapat kita jadikan pelajaran seperti mengorbankan hal-hal yang kita punya, hal-hal yang kita bisa maupun hal-hal yang kita sukai seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim as yang begitu besar hatinya dan begitu taat kepada Allah bahkan dengan mengorbankan putra yang sangat dicintainya yaitu Nabi Ismail untuk disembelih sesuai dengan perintah Allah (Ash-Shaaffat :99-113) tetapi akhirnya Allah menyelamatkan Nabi Ismail. Allah mengganti tubuh Nabi Ismail dengan seekor domba. Hal tersebut merupakan salah satu contoh ketaatan yang luar biasa seorang hamba kepada Allah. Pengorbanan seperti itulah yang dapat menjadi landasan kuat kita untuk terus mensyiarkan Islam.

Saat kita sebagai umat muslim menjadi kaum minoritas di suatu bangsa, misalnya saat studi, bekerja, maupun keperluan lain. Di negara tersebut sangat sulit menemukan makanan halal serta jumlah masjid sedikit. Maka saat itulah seharusnya cambuk semangat hadir dalam diri kita untuk terus mempelajari Islam dan mensyiarkan Islam khususnya di negara yang jumlah muslimnya sedikit. Tentu saja sebelum kita mensyiarkan Islam, kita harus terlebih dahulu paham terhadap Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga Islam yang seharusnya Rahmatan Lil’alamiin benar-benar bisa dirasakan.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan agar niat kita tetap teguh adalah dengan mengingat makna syahadat yang telah kita ucapakan. Saat kita bersyahadat, tanggung jawab kita kepada Allah dan Rasul seharusnya sangat berat karena dengan bersyahadat tersebut kita harus selalu mengutamakan Allah dan Rasulnya dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Hal ini perlu diperhatikan agar kita senantiasa serius dan sungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah dan mengikuti Rasul.

Cara lain adalah merenung dan mengintrospeksi diri tentang sholat yang kita lakukan setiap harinya baik sholat wajib maupun sholat sunnah. Sholat mempunyai gerakan yang sangat lengkap dan teratur bahkan jika ditinjau dari segi kesehatan semua gerakan-gerakan sholat bermanfaat bagi tubuh kita. Sholat dapat menjadi pilar yang sangat kuat bagi perjuangan kita. Keteraturan sholat apalagi sholat berjamaah menjadi keunggulan kita sebagai umat Islam. Bahkan, seorang presiden Amerika Serikat pernah kagum sekaligus takut melihat sholat berjamaah.

Salah satu pertanyaan penting yang harus ada dan harus dapat kita jawab dengan jawaban terbaik adalah

“Kenapa kita sholat (ber-Islam) ?”

ini menjadi pertanyaan fundamental yang dapat kita jawab dalam diri masing-masing sekaligus sebagai perenungan dan introspeksi diri.

(Dhoni Hartanto/Media FORMMIT Utaratu)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: