utaratu

Home » Event » Merajut Ukhuwah di Bumi Formosa

Merajut Ukhuwah di Bumi Formosa


TAIPEI, FORMMIT UTARATU – Tidak akan mungkin manusia bisa hidup sendirian. Manusia adalah makhluk sosial, yang satu sama lainnya membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Semua itu dalam rangka saling memberi dan mengambil manfaat. Semuanya saling melengkapi. Ini adalah kebutuhan yang sifatnya naluri. Sehingga wajar jika muncul banyak ragam ikatan-ikatan yang mengikat manusia-manusia itu. Ada ikatan keluarga, suku, profesi, negara, bangsa dan tentu saja ikatan aqidah Islamiyah.

Allah swt. berfirman:

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.(QS. 49:10)

Dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar r.a. yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Nabi saw. bersabda: “Orang muslim itu saudara bagi orang muslim lainnya. Dia tidak menzaliminya dan tidak pula membiarkannya dizalimi.”

Dari dalil di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sesama muslim dan mukmin adalah bersaudara, yang mana tentu saja kesadaran terhadap hal tersebut memberikan konsekuensi berikutnya. Penyebutan secara eksplisit adanya persaudaraan antara sesama muslim di dalam Al-Qur’an dan Hadits menunjukkan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang harus menjadi bahan perhatian kaum muslimin seluruhnya.

Sebuah komunitas bisa terwujud manakala adanya kesatuan dengan dukungan elemen-elemen pembangunnya. Rasa kesatuan dan dukungan ini tidak akan bisa lahir tanpa adanya rasa saling bersaudara dan saling mencintai. Dari mana rasa persaudaraan itu muncul? Tentulah seperti yang disebutkan di atas, dengan adanya faktor pemersatu, yang dalam hal ini adalah ikatan aqidah Islamiyah.

Begitulah kiranya gambaran komunitas yang dibangun oleh manusia, khususnya muslim dan mukmin. Dan besar harapan acara yang bertajuk untuk saling mengenal satu sama lain juga mampu menghasilkan rasa persaudaraan atas dasar Iman dan Islam. Acara yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) di wilayah utaratu, memiliki tujuan ke arah sana, merajut ukhuwah antara mahasiswa muslim baik yang lama maupun yang baru.

Sore hari, 22 September 2012

Satu per satu, orang-orang datang memasuki ruangan di salah satu gedung NTUST, tepatnya di IB-401. Sore itu ada acara untuk teman-teman di wilayah Taipei dan sekitarnya, atau dikenal juga dengan sebutan utaratu (utara satu.red). Acara ini bernama salam (sambut kenal mahasiswa muslim), sebuah acara untuk menyambut mahasiswa muslim Indonesia yang baru masuk di semester ini. Selain itu, di sini pula dikenalkan FORMMIT secara sekilas, sejarahnya dan apa saja kegiatan-kegiatannya.

Kendati terjadi keterlambatan dari sisi teknis, namun acara tetap berlangsung cukup meriah. Setelah dibuka oleh pembawa acara, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Acara berlangsung cukup meriah, dan tanggapan dari peserta acara juga positif. Jumlah yang hadir pun hampir memenuhi seluruh kursi di ruangan itu. Salut untuk panitia pelaksananya, patut diapresiasi.

Perkenalan mahasiswa baru dan lama

Selanjutnya setelah perkenalan, ada presentasi mengenai FORMMIT pusat yang kali ini disampaikan oleh Raditya Derifa mewakili Tri Cahyo Wibowo yang masih dalam perjalanan menuju NTUST. Setelah pusat menyampaikan materi presentasinya, yang kurang lebih berisi apa itu FORMMIT, bagaimana sejarahnya dan apa saja yang sudah dikerjakan, dan sudah jeda shalat serta makan malam, kini giliran Arian Dwi Putra yang mengenalkan FORMMIT Utaratu.

Presentasi mengenai FORMMIT

Acara kemudian diisi dengan sesi sharing. Pada bagian pertama, Ibu Ratna dan Pak Burniadi menyampaikan pengalaman dan kesan mengenai banyak hal, terutama bagaimana membina rumah tangga di Taiwan, apa saja tips-tipsnya, seperti bagaimana mencari apartemen, biaya hidup selama di Taiwan, dan bagaimana menjalankan Islam di Taiwan.

Sesi Sharing oleh Bu Ratna dan Pak Burniadi

Bagian kedua diisi oleh Hadziq Fabroyir, yang kurang lebih membawakan materi bagaimana hidup di taiwan –untuk pemula. Kurang lebih, diterangkan mengenai kebiasaan orang-orang lokal Taiwan, bagaimana mereka hidup diatur, dan apa saja aturan-aturan mendasar, agama dan kepercayaan mereka. Dan tentu saja tidak lupa dijelaskan bagaimana kita bisa membaur dan berinteraksi dengan tetap mengindahkan ajaran Islam, sebab pada dasarnya masyarakat Taiwan cenderung dengan gaya hidup ‘bebas’, yang ini harus menjadi kewaspadaan tersendiri bagi seorang muslim.

Sesi sharing oleh Hadziq Fabroyir

Sebelum acara ditutup, ada sedikit pengumuman mengenai kegiatan besar yang akan diadakan di NTUST pada bulan November mendatang. Nama acara tersebut adalah “International Muslim Culture Exhibition”. Ini merupakan tahun kedua setelah Oktober 2011 kemarin juga dilaksanakan acara dengan nama serupa.

Berakhirlah seluruh rangkaian kegiatan, dan semoga semua proses yang telah dilalui mendapatkan keberkahan dari Allah swt. sebab dengan kita, umat Islam merasakan satu sama lain bersaudara, kita bisa merajut ukhuwah sebagai modal dasar membangun peradaban besar di masa yang akan datang. Tiada manusia yang sempurna. Tiada manusia yang mampu hidup sendirian. Semua saling memberikan manfaat dan saling melengkapi satu sama lain. Selamat datang mahasiswa baru angkatan Fall. Semoga karunia Allah menyertai kita semua. Aamiin. (Iman Adipurnama/Sekjen FORMMIT Utaratu; Dok: FORMMIT Utaratu)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: