utaratu

Home » Event » International Muslim Culture Exhibition 2011

International Muslim Culture Exhibition 2011


Taipei (22-23/11/2011) – Berangkat dari ide memperkenalkan indahnya kultur Islam dari kesederhanaan peribadatan yang hanya diberatkan oleh tingginya nilai kekhusyukan dan kesucian, keberagaman makanan dengan tema Halal, cantiknya identitas wanita muslim, dan eratnya tali persaudaraan umat islam, komunitas mahasiswa muslim internasional (National Taiwan University of Science and Technology Muslim Students) dengan dukungan komunitas muslim lokal Taiwan (Chinese Muslim Association), dan sambutan hangat dari NTUST-OIA (National Taiwan University of Science and Technology -Office of International Affair), mengadakan suatu ekshibisi “International Muslim Culture Exhibition 國際穆斯林文化展 2011”. Acara ini digelar selama dua (2) hari dari tanggal 22-23 November 2011 dan bertempat di International Building lantai 1, Gedung Kampus NTUST.

Ada lima (5) macam stan yang digelar dalam eksibisi ini, yaitu stan Science and Technology, stan Halal Food, stan Ka’bah and Hajj, stan Salah and Five Pillars, dan stan Women in Islam. Masing-masing stan menempel macam-macam poster yang berisi informasi-informasi menarik yang dapat langsung dibaca oleh para pengunjung, namun juga terdapat 2 orang tim stan yang turut menjelaskan dengan detil dan memperagakan jawaban pertanyaan dari pengunjung jika diperlukan.

Pada hari pertama eksibisi tanggal 22 November 2011, acara IMCE dibuka dengan pertunjukkan tari saman oleh mahasiswa Indonesia di NTUST, kemudian dilanjutkan pembukaan oleh ketua panitia IMCE 2011, Budhi S. Wibowo, yang secara sekilas memaparkan berbagai stan yang dipamerkan dalam acara ini. Acara pembukaan IMCE 2011 menghadirkan undangan khusus dari perwakilan Taipei grand mosque, Imam Ibrahim, yang turut membuka acara ini.

Adapun alur acara ini cukup sederhana dan menarik. Dari ujung ruang eksibisi terdapat meja penerima tamu dimana pengunjung bisa mendapatkan simple card yang bertuliskan nama mereka dalam huruf arab dan dapat diisi dengan stiker masing-masing stan (minimal 3 stiker) sebagai prasyarat mendapatkan jamuan makan siang ala Persian yaitu nasi Biryani, serta pembagian souvenir menarik. Juga tak kalah serunya aktivitas dan pameran khusus dari masing-masing stan.

Science and Technology
Stan ini menampilkan berbagai informasi perkembangan Ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam yang telah ada semenjak abad pertengahan. Berbagai poster menginformasikan sejarah ilmu pengetahuan kuno yang diangkat dari para ilmuwan islam. Seperti salah satunya adalah Ibnu Haitham, salah seorang ilmuwan muslim, yang dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat dengan nama Alhazen. Beliau adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan inspirasi bagi para ahli sains di barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop. Selain itu seorang penulis handal bernama Al-Jazarī (1136-1206) telah menyelesaikan Kitáb fí ma’rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) di tahun 1206, dimana pada kitab tersebut terdapat penjelasan mengenai lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi perakitannya. Fatima Al-Fihri (tahun 880) adalah pendiri universitas internasional pertama di dunia, juga merupakan seorang muslimah. Laksamana Zheng-He (1371–1433) telah menjelajah ke Arab, Brunei, Afrika Timur, India, Benua Asia dengan kapal kayu terbesar yang pernah ada merupakan prajurit masa kekaisaran Cina yang beragama islam.

Halal Food
Stan ini memaparkan informasi mengenai berbagai jenis makanan halal (baca: boleh di makan umat islam) dan haram (baca: tidak boleh di makan), dan bagaimana cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, dilengkapi dengan audio visual mengenai kebesaran Tuhan dalam proses penyembelihan hewan yang sesuai syariat, serta penjelasan mengenai alasan tidak diperbolehkannya mengkonsumsi makanan haram tersebut. Karena Halal Food merupakan common issue yang terus melekat dibenak warga lokal tentang uniknya menu yang diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh umat islam, tetapi yang hanya mereka ketahui hanya sebatas “sesuatu yang mengandung babi adalah haram”, maka aktivitas stan ini juga ikut dimeriahkan dengan mini games yang kian memperjelas dan mengevaluasi seberapa besar pengetahuan warga lokal tentang masakan halal.

Ka’bah and Hajj
Sebuah miniatur menarik dipamerkan di stan ini, mencoba untuk memberikan gambaran pada pengunjung akan berbagai tempat yang istimewa bagi umat islam, dimana tempat tersebut merupakan tempat yang dikunjungi ketika melaksanakan suatu perintah Tuhan bagi umat islam yang mampu melaksanakan, yaitu Ibadah Haji. Sebuah audio visual juga dilayangkan untuk lebih memperjelas ritual haji kepada pengunjung, dimana Haji didefiniskan sebagai suatu ibadah bagi umat islam untuk berkunjung ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu dimulai dari bulan Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Salah and Five Pillars
Stan yang berhiaskan pajangan pakaian ibadah umat islam dan dilengkapi berbagai poster lima (5) rukun Islam ini, menjelaskan secara terperinci mengenai empat (4) rukun yang wajib dipenuhi umat islam (yaitu Syahadat, Sholat, Puasa dan Zakat) dan satu (1) rukun Haji yang diperkenankan bagi yang telah cukup hartanya dan terjaga kesehatannya, setelah mengucapkan kalimat Syahadat, yaitu sebuah kalimat yang menandakan seseorang telah masuk agama Islam, karena dalam kalimat tersebut terdiri atas dua (2) kalimat pengakuan akan pengesaan kepada Tuhan Allah dan pengakuan nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Seperti apakah gerakan dalam sholat, yang mana tiap muslim wajib melaksanakannya lima (5) kali sehari dalam waktu tertentu, langsung dipertunjukkan secara real live pada waktu sholat Dzuhur oleh panitia di mimbar sholat yang telah disiapkan di stan ini. Antusiasme pengunjung nampak jelas terlihat oleh banyaknya pengunjung yang tertarik untuk memperaktekkan rangkaian gerakan sholat.

Women in Islam
Dapat dikatakan bahwa stan Women in Islam ini adalah stan terindah diantara empat (4) stan lainnya, bagaimana tidak, stan ini mendapat sentuhan dekorasi langsung dari tangan-tangan wanita yang diindahkan dan dihormatkan dalam Islam. Disamping dekorasinya yang menarik, stan ini menjadi kian menarik dengan adanya kegiatan Scarf (Jilbab) Challenge yang memberi kesempatan kepada pengunjung wanita untuk mencoba mengenakan Jilbab yang telah disediakan lalu didokumentasikan dalam foto yang disebarkan selanjutnya ke alamat email masing-masing pengunjung. Bahkan panitia sempat mendokumentasikan komentar salah seorang pengunjung wanita yang telah diambil fotonya. Salah satu mahasiswi NTUST memberi kesan “I am looking more beautiful” setelah mengenakan jilbab yang identik dengan pakaian muslimah ini. Bukan hanya itu berbagai asesoris cantik dibagikan secara cuma-cuma kepada pengunjung wanita sebagai pemanis jilbab.
Antusiasme para pengunjung wanita yang berlomba-lomba mencoba mengenakan jilbab, memberi kelegakan tersendiri bagi panitia stan, karena dengan demikian informasi dan sosialisasi pemakaian jilbab tersampaikan dengan baik. Jilbab bukan lagi dianggap sesuatu yang unik oleh pengunjung, tetapi menjadi sesuatu yang indah dan juga nyaman, yang wajib dikenakan oleh muslimah karena jilbab merupakan hijab untuk menjaga kehormatan dan melindungi para muslimah yang diistimewakan dalam Islam.

Acara IMCE pun ditutup di hari kedua pada tanggal 23 November 2011 tepat pukul 17.00 waktu setempat dengan Foto Bareng Panitia. Acara yang di gelar selama dua (2) hari ini dapat dikatakan berhasil dengan melihat antusisme pengunjung yang datang dengan total sekitar 900 pengunjung, berkeliling dari satu stan ke stan yang lain untuk mengumpulkan informasi mengenai budaya Islam yang selama ini mereka tanyakan dibenak mereka. Dan diharapkan lima (5) stan yang digelar dalam acara eksibisi ini sudah cukup menggambarkan bagaimana budaya Islam sesungguhnya, dan mampu menampik anggapan bahwa umat islam identik dengan diskriminasi, dan menjelaskan ritual dan rutinitas umat Islam secara jelas. Diakhir acara banyak komentar baik yang disampaikan oleh para pengunjung, salah satunya seorang pengunjung berkesan “IMCE is one of the most multicultural events I’ve ever seen in Taipei”. Menanggapi kesan baik serta antusias pengunjung yang semakin meningkat di hari kedua, ketua panitia acara ini berharap agar eksibisi semacam ini dapat menjadi acara tahunan yang diselenggarakan rutin, disamping sebagai momen yang tepat dalam penyediaan informasi kegiatan ritual dan rutinitas umat Islam secara khusus, juga mensosialisasikan keberagaman kultur Islam di berbagai negara, yang bukan menjadikan Islam itu terkotak-kotak oleh batas Negara, tetapi justru melengkapi satu sama lain dan menjadikannya indah karena keberagamannya itu. [yhiel-anti]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: