utaratu

Home » Taushiyah » Kajian Spesial Utaratu: Persatuan Umat Muslim

Kajian Spesial Utaratu: Persatuan Umat Muslim


“Persatuan Umat Muslim”
Oleh: Bapak Prof. Moh. Ali Aziz

Taipei (4/11/2011) – Ceramah singkat yang sama sekali tidak mengurangi kepadatan isinya, yang disampaikan oleh pak Ustadz, diawali dengan pemberian motivasi kepada kita semua untuk menulis. Menggali kreatifitas melalui sebuah tulisan, tulisan yang  nantinya bermanfaat untuk ummat. “Jika kita mempunyai suatu ide, hendaklah segera ditorehkan dalam bentuk tulisan”  nasehat dari pak ustadz. Karena dikhawatirkan, ketika kita mempunyai ide, tapi tidak kita tuliskan atau selalu kita tunda untuk menuliskannya, ide tersebut jadi tidak menarik untuk kita tulis atau bahkan ide tersebut hilang.Dalam Al Qur’an juga telah disebutkan mengenai ayat tentang menulis

Nun,demi pena dan apa yang mereka tuliskan ” (QS. Al Qalam : 1)

Beliau menyampaikan kisah inspirasional yang datang dari Ustadz As’ad Humam. Seorang yang sangat berjasa karena tulisannya. Tulisan yang berisi metode membaca Al-Qur’an yang menekankan langsung pada latihan membaca, yang kita kenal dengan IQRO’.

Masuk pada inti ceramah yang ingin disampaikan, mengenai persatuan umat islam. Atau yang biasa disebut dengan ukhuwah. Di dalam Al Qur’an ukhuwah islamiyah itu sebenarnya tidak ada, yang ada adalah ukhuwah imaniyah, ukhuwah islamiyah itu hanya ada di hadist, papar pak ustadz.

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (QS Al hujurat :10 )

Menyatukan orang berbasis imaniyah lebih mudah dibanding menyatukan orang dengan berbasis amaliyah. Allah tuhan kita, nabi Muhammad adalah utusan Allah, dan Al Qur’an adalah kitab kita. Dengan itulah kita lebih bisa bersatu. Perbedaan tidak akan pernah menyatu kalau kita terus menerus mengurusi perbedaan amaliyah (perbuatan) masing masing orang. Misalnya mengenai cara wudhu saja, pasti kita melihat orang lain melakukan hal yang berbeda dengan yang kita lakukan. Jangan sampai hal tersebut menjadikan  perpecahan ummat.

Adanya perbedaan dalam hal amaliyah merupakan karunia Allah. Manusia dikaruniai akal untuk berpikir. Berpikir terhadap ayat ayat yang Allah telah turunkan, juga hadist hadist yang telah Rasul sampaikan. Perbedaan bukan berarti kesalahan, karena tiap orang mempunyai pemahaman sendiri sendiri dalam menfasirkan, dan tentunya tujuan mereka melakukan amaliyah tersebut adalah sama sama untuk mengharap ridho Allah dan juga menggunakan dasar yang benar yang mungkin kita belum tahu. Sehingga kita merasakannya sebagai suatu perbedaan.

Perbedaan berasal dari cara pandang, dan cara pandang bisa dimulai dari kebiasaan sejak kecil. Bagaimana kita dididik sejak kecil dan bagaiman lingkungan sekitar kita tinggal.

Oleh karena itulah, sebaikanya kita menjadikan imaniyah sebagai pijakan kita untuk bersatu bersama. Jangan menjadikan amaliyah sebagai pijakan untuk bersatu. Kemudian, ikhlaskan hati kita menerima perbedaan yang ada.

Dalam penutup cermahnya beliau menuturkan nasehat kepada kita sebagai pelajar. Ibadah harus diartikan secara luas agar tidak terpatahkan oleh pemahaman yang tidak benar. Belajarlah sungguh sungguh di bidang kita, dan Alangkah bermanfaatnya kalau kita bisa melakukan pendekatan riset yang kita lakukan sesuai dengan penafsiran yang ada di Al Qur’an, dan membagikan ilmu itu kepada ummat islam di dunia.

Wallahua’lam bisshowab..[-yHieL-]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: