utaratu

Home » Kuliner » Halal Hunting » Tips Menemukan Makanan Halal di Taiwan

Tips Menemukan Makanan Halal di Taiwan


Taiwan dan Indonesia adalah dua negara yang berbeda, salah satunya dari segi makanan. Sangat mudah bagi kita menemukan makanan halal di Indonesia. Bahkan, hampir semua makanan Indonesia merupakan makanan halal, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Tapi tidak dengan Taiwan. Negara yang dijuluki Formosa ini memiliki jumlah penduduk muslim yang minoritas. Jadi makanan halal di Taiwan terbilang sedikit jumlahnya dan tidak mudah untuk dijumpai. Berikut tips menemukan makanan halal di Taiwan. So, cekidot…

Cari Label Halal

Jika suatu produk makanan ada label halal, otomatis produk tersebut halal untuk dikonsumsi. Pada umumnya produk label halal tersebut dijual di toko Indonesia (biasanya pemilik toko tersebut adalah orang Indonesia). Sama halnya dengan warung makan atau restoran. Jika warung makan tersebut terdapat logo Halal (biasanya dilengkapi dengan pajangan sertifikat), aman bagi kita untuk mengkonsumsinya. Nah, untuk yang satu ini, tidak semua restoran halal pemiliknya adalah orang muslim Indonesia dan tidak semua warung Indonesia memiliki sertifikat halal. So, check and recheck.

Baca Ingredient-nya (Bahan Pembuat Makanan)

Sebelum membeli produk makanan, alangkah baiknya jika membaca terlebih dahulu membaca bahan pembuat produk makanan tersebut. Jadi kita bisa tahu apakah makanan tersebut mengandung daging babi ( atau daging tidak halal lainnya) atau minyak babi. Untuk itu kita perlu menghafal beberapa karakter china yang berhubungan dengan makanan haram (lihat gambar).

Vegetarian dan Seafood

Walaupun produk makanan tersebut mengandung daging sapi (daging halal lainnya), belum tentu daging tersebut halal dimakan karena bisa jadi daging tersebut tidak disembelih secara islami. Sehingga lebih aman mengkonsumsi makanan vegetarian atau berbahan dasar seafood.

Tanya Laoban (Si Penjual)

Tidak semua produk berbahasa Inggris (menggunakan huruf latin), bahkan hampir 90% produk di Taiwan berbahasa mandarin (menggunakan huruf china). Jadi akan sulit bagi kita untuk membaca bahan pembuat produk tersebut, kecuali bagi orang yang sudah pandai berbahasa mandarin. Tapi, bagi yang kurang paham bahasa mandarin tidak perlu khawatir, kita bisa bertanya pada Si penjual apakah produk tersebut mengandung daging, minyak babi atau tidak. Insya Allah, dengan senang hati si penjual akan membantu kita.

Referensi Kawan

Tips yang satu ini lebih mudah kita lakukan. Kita cukup bertanya kepada teman sesama muslim warung makan mana saja atau produk makanan apa saja yang halal.

Begitulah kurang lebih tips-tips untuk menemukan makanan halal di Taiwan. Oya, ada tips satu lagi yang lebih mantap yaitu sering-sering buka blog FORMMIT UTARATU atau TAINAN HALAL. Di blog ini banyak referensi makanan halal (Halal Hunting poenya). Jadi tidak perlu berpusing-pusing lagi. Semoga bermanfaat.

(oleh: Lia Zhuraida)


6 Comments

  1. syockit says:

    Pembetulan atas kenyataan Chikupunya’s World:
    乳化剤(大豆由来) tidak berarti 100% kedelai/soya. Oleh itu, tidak ada kepastian bahawa 乳化剤(大豆由来) itu dijamin halal. Harus diperhatikan seperti 乳化剤 lain juga.

  2. Just for sharing:
    Teringat dengan rekan-rekan di Jepang, ada list kanji bahan makanan yang haram dalam makanan. Bukan hanya daging babi atau produk turunannya saja yang harus diperhatikan, namun juga perlu teliti melihat ingredients makanan (kemasan maupun jadi). Apakah ada yang mengandung produk turunan hewani (ekstrak daging sapi/ ayam, dll) atau emulsifier 乳化剤. Tapi kalau tertulisnya ”乳化剤(大豆由来)ini berarti emulsifiernya terbuat dari kedelai, jadi halal.

    Dairy products (susu, dan olahan dalam bakery, dll) serta keripik-keripik juga perlu diperhatikan ingredient-nya. Kadang kita kurang teliti dan bersabar dalam melihat satu per satu ingredients produk makanan tsb.

    Mungkin ada baiknya, ke depan bisa “hunting” produk apasaja yang benar-benar “bersih” dari sisi ingredient-nya dan di share ke sini🙂

    Ada satu contoh blog menarik yang dibuat oleh orang Indonesia di Jepang terkait “riset” bahan pembuat makanan. Bisa kita tiru, mungkin😀. Silakan berkunjung ke: http://junjungbuih.multiply.com/

  3. mei says:

    penting juga diperhatikan muslim boleh mengkonsumsi daging ayam,sapi dll tp gmn dg proses penyembelihan hewan tersebut???Dengan menyebut nama Allah kah??Kalau dagingnya dibeli langsung dr pasar???Mayoritas penduduk Taiwan non muslim so?????????

    • Iya, benar sekali. Walaupun itu makanan itu mengandung daging sapi ato kambing ato hewan lainnya yang tidak diharamkan, belum tentu daging tersebut halal. Karena kita perlu tahu bagaimana proses penyembelihannya, bahkan proses pengolahannya hingga makanan tersebut siap disantap.

      Mayoritas Taiwanese adalah non-muslim, namun ada pula yang muslim. Di antara Taiwanese yang muslim, mereka memilki usaha/menjual daging halal di pasar. Jika tidak ingin terlalu repot, mba mei bisa membeli daging halal tersebut melalui jasa para mahasiswa. Sekarang ada beberapa mahasiswa yang lagi usaha buka jasa pengiriman daging halal. Mereka akan beli langsung ke supplier dan mengirimkan daging tersebut ke pelanggan,🙂

  4. az says:

    penting juga memperhatikan emulsifier. menggunakan hewani/ nabati.. emulsifier hampir dipakai di produk2 makanan, minuman kemasan.
    klo kedelai halal dimakan, tp klo dari hewani… hmmm sangat diragukan kehalalannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: