utaratu

Home » Event » Buka Bersama 2 di KDEI

Buka Bersama 2 di KDEI


Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Yani di acara buka puasa bersama KDEI pekan lalu (14 Agustus) mengenai spirit* Ramadhan, adapun spirit (*baca:semangat) disini diartikan sebagai pembentukan karakter pribadi yang mana merupakan suatu porsi besar untuk pembangunan suatu Negara. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang tepat bagi kita untuk mengambil spirit di dalamnya untuk pembangunan karakter. Diantara spirit utama yang bisa diambil dari bulan suci ini yaitu :

  1. Ketakwaan

Ketaqwaan merupakan suatu perbuatn dimana kita sebagai makhluk ciptaan Allah senantiasa menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.

“wahai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu melaksanakan puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu memperoleh ketaqwaan”.QS Al-Baqarah 183.

 Yang perlu digaris bawahi dari ayat ini adalah la ‘allakum tattaqun, mudah mudahan kamu memperoleh ketaaqwaan. Puasa dapat mengajarkan kita takut kepada Allah sehingga bisa melahirkan ketaqwaan. Dari ketaqwaan akan melahirkan suatu kontrol Internal individu. Kontrol internal individu merupakan bekal hubungan, baik secara vertikal kita kepada Allah maupun horizontal kita terhadap makhluk Allah.

Dengan adanya kontrol individu yang baik, akan membuat setiap tindakan kita terkontrol secara otomatis. Karena kita paham mana hal yang seharusnya kita lakukan dan mana yang seharusnya kita tinggalkan. Ketika hati kita sudah terkontrol maka insyaAllah setiap perbuatan kita juga akan terkontrol.

  1. Keikhlasan

Keikhlasan melalui pembiasaan. Untuk bisa belajar mengenai keikhlasan, kita perlu memahami manfaat dari keihlasan, diantaranya:

–          Setiap langkah yang kita lalui adalah pahala

–          Bisa mengubah amal sepele menjadi suatu amalan yang besar, tapi juga bisa sebaliknya.

Alkisah, ada seorang sahabat yang yang melakukan hijrah, tapi niatnya karena ingin menikahi seorang perempuan, bukan karena ikhlas ingin berhijrah di jalan Allah. Hijrahnya menjadi sesuatu yang sia sia, meskipun telah melewati perjalanan sejauh 400 km melalui padang pasir, dan tentunya dengan susah payah. Dalam melakukan tiap perbuatan kita perlu menghadirkan niat keikhlasan dalam hati, agar apa yang kita lakukan tidak sia sia.

Alkisah, pada jaman Rasulullah SAW, pernah terjadi masa paceklik. Pada masa itu Rosul dan para sahabat berkumpul. Rosul meminta supaya para sahabat menyumbangkan bahan makanan yang dimiliki. Para sahabatpun berlomba menyumbangkan apa yang mereka miliki. Kemudian muncul suatu pertanyaan. Apakah dengan memperlihatkan apa yang kita beri, atau apakah dengn berlomba menyumbang membuat kita riya’ (pamer)?

Riya’ merupakan suatu hal yang kita takuti dan ingin kita hindari. Namun, bukan berarti karena takut riya’ kita menunda atau bahkan mengurungkan niat untuk beramal. Ibarat keinginan makan durian dan adanya duri.. =))

Pembiasaan melahirkan keihlasan  bisa membuat Ramadhan kita sukses, insyaAlllah, Allahumma Amiin. Suksesnya Ramadhan akan berpengaruh pada 11 bulan berikutnya dan membuat kita semua mudah untuk melalui hari berikutnya dengan penuh kebaikan.

Misi Islam diantaranya adalah membentuk pribadi yang baik dan pintar, atau membentuk pribadi pintar dan baik. Karena dua hal tersebut merupakan solusi sekaligus potensi kebaikan dalam masyarakat.

Wallahua’lam bisshowab.. semoga ramadhan kita sukses ^^ Allahumma Amiin.

10 hari terakhir menjelang lebaran…mari tancaaaappp gasss


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: