Home » Taushiyah » Menyambut Ramadhan

Menyambut Ramadhan


TAIPEI, FORMMIT UTARATU – Ramadhan semakin dekat, sejauh mana kita sudah mempersiapkannya? Persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan tidak hanya siap fisik ataupun mental, tetapi juga kita wajib mempersiapkan ilmu untuk menyambut Ramadhan. Dalam rangka mempersiapkan bekal ‘ilmu’ untuk menyambut Bulan Suci kali ini, kami (pengurus FORMMIT Utaratu, red.) mengadakan kajian gabungan untuk pertama kalinya dalam periode kepengurusan 2012/2013 yang mengangkat tema “Menyambut Ramadhan”. Diisi oleh 2 pemateri, kajian gabungan FORMMIT Utaratu kali ini dihadiri oleh banyak peserta, tidak hanya dari mahasiswa muslim/muslimah NTUST, melainkan juga dari CCU dan NCU.

Kajian gabungan yang diadakan pada hari Sabtu (30/06/2012) ini berjalan cukup lancar meskipun ada sedikit gangguan teknis yaitu pemindahan tempat dilaksanakannya acara. Namun hal itu tak menurunkan semangat para panitia dan peserta untuk tetap melaksanakan dan menghadiri kajian gabungan ini. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Gubernur FORMMIT Utaratu (Arian Dwi Putra) dan tilawah oleh Taufik Abidin.

Sambutan dari Gubernur FORMMIT Utaratu

Tilawah

Ada dua materi penting yang disampaikan oleh 2 pemateri dalam kajian gabungan yang bertemakan “Menyambut Ramadhan” kali ini yaitu:

1. Seimbang  antara menuntut ilmu dan dakwah yang disampaikan oleh Ustad Udin Harun Al-Rasyid, dan

Ustad Udin Harun Al-Rasyid

2. Tarhib Ramadhan yang disampaikan oleh Ustad Sigit Tri Wicaksono.

Ustad Sigit Tri Wicaksono

Berikut ulasan dan pembahasan yang disampaikan oleh 2 pemateri dalam acara kajian gabungan FORMMIT Utaratu.

Materi pertama : “Seimbang antara Menuntut Ilmu dan Dakwah Islam”

Intisari dari penjelasan Ustad Udin mengenai materi ini adalah :

  1. Bahwa kebahagiaan di dunia maupun diakhirat dapat diraih dengan Ilmu
  2. Kuliah adalah hal utama, namun juga tidak pula melupakan tugas kita sebagai Muslim untuk berdakwah
  3. Dakwah dapat dilakukan dengan menjaga iman kita dahulu, meski kita hidup di negara Taiwan dimana Muslim sangat minoritas.
  4. Perlunya bergabung dalam organisasi-organisasi dakwah Islam untuk semakin mendekatkan diri pada Allah SWT

Materi kedua : “Tarhib Ramadhan”

Kilas balik peristiwa penting dibulan Ramadhan

  1. Rasulullah menerima wahyu pertama (tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qamariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril mewahyukan Surah Al-‘Alaq yang merupakan surah pertama yang diturunkan kepada Rasulullah)
  2. Lailatul Qadr (QS Al-qadr)
  3. Bulan diturunkannya Kitab Suci, Alqur’an (QS.2:185), ”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadhan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadhan.” (HR. Ahmad)
  4. Perang Badar (hari Jumat, 27 Ramadhan  2H, merupakan pertempuran pertama 313 kaum muslimin melawan 1000 kaum Quraisy dari Mekkah, serta terbunuhnya Abu Jahal yang merupakan musuh terbesar kaum muslimin, juga bertepatan dengan tenggelamnya Fir’aun di laut merah).
  5. Penghancuran berhala besar (Uzza, Latta, Manat dan Hubal) pada tahun ke-5H oleh Pasukan Khalid Bin Walid dan Kabilah bani Tsaqif dari Thaif.
  6. Fathu Makkah (20 atau 21 Ramadhan, 8H) yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an
    “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. (QS. Al Fath [48])
  7. Penaklukan Andalusia (terbunuhnya Roderick) pada 27 Ramadhan tahun 92 H, oleh pasukan Thariq bin Ziyad  (12.000 pasukan muslim melawan 100.000 pasukan Visigoth yang dipimpin Roderick).

Dari kilas peristiwa terdahulu kita ketahui bahwa Ramadhan merupakan hal yang paling dinanti-nantikan bahkan lebih dinantikan dari acara duniawi seperti ulang tahun, wisuda kelulusan bahkan pernikahan.

Berbagai respon terhadap datangnya Ramadhan:

  1. Merasa berat dengan hadirnya bulan Ramadhan
  2. Menganggap biasa dan hal rutin
  3. Gembira dan merindukan Ramadhan

Lalu bagaimana dengan respon kita?

Seharusnya Kita bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadhan, namun bukan bergembira dalam arti foya-foya atau dalam hal yang tidak syar’i, contohnya main petasan.

MAKNA SHIYAM DAN RAMADHAN

Dari Syaikh Ibnu Utsaimin, Syarhul Mumti’, 6/296

الصيام في اللغة مصدر صام يصوم، ومعناه أمسك

Dari Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/431

الامساك عن المفطرات، من طلوع الفجر إلى غروب الشمس، مع النية

“Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dan dibarengi dengan niat (berpuasa).”

Dari Al Qamus Al Muhith, 2/190

  رمض يرمض رمضان في اللغة مصدر

yang artinya terik, sangat panas, atau terbakar (pembakaran). Atau juga diambil dari  ramadhan ash shaaimu: sangat panas rongga perutnya, atau karena hal itu membakar dosa-dosa.

MAKNA SHIYAMUR-RAMADHAN

Dari Terjemah Fiqh Shiyam Prof. DR. Yusuf Qardhawi hal. 18

كل عمل ابن ادم له الا الصوم فإنه لى وانا اجزى به، يدع طعامه وشهوته من اجلي (حديث  قدسي روى بخارى و مسلم)

يدع طعامه من اجلي و يدع شرابه من اجلي ويدع شهوته من اجلي  ويدع زوجه من اجلي (روى ة ابن خزيمة)

Secara syar’i, makna puasa ramadhan adalah menahan dan mencegah diri secara sadar dari syahwat (makan, minum, bersetubuh dengan istri dan hal-hal semisalnya) selama sejak fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat memenuhi panggilan (imanan wahtisaban) dan taqarrub kepada ALLAH SWT.

HUKUM SHIYAM (PUASA) RAMADHAN

عرى الاسلام، وقواعد الدين ثلاثة، عليهن أسس الاسلام، من ترك واحدة منهن، فهو بها كافر حلال الدم: شهادة أن لا إله إلا الله، والصلاة المكتوبة، وصوم رمضان                                                                                                                       

Tali Islam dan kaidah-kaidah agama ada tiga, diatasnyalah agama Islam dipondasikan, dan barangsiapa yang meninggalkannya satu saja, maka dia kafir dan darahnya halal (yakni):  Syahadat Laa Ilaaha Illallah, shalat wajib, dan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Ya’ala dan Ad Dailami dishahihkan oleh Adz Dzahabi)

Berkata Hammad bin Zaid: aku tidak mengetahui melainkan hadits ini  telah dimarfu’kan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Al Haitsami mengatakan sanadnya hasan, Majma’ Az Zawaid, 1/48. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Dari Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/434. Lihat juga Imam Al Munawi, Faidhul Qadir, 4/410. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah.

Berkata Imam Adz Dzahabi Rahimahullah:

وعند المؤمنين مقرر:  أن من ترك صوم رمضان بلا مرض، أنه شر من الزاني، ومدمن الخمر، بل يشكون في إسلامه،

ويظنون به الزندقة، والانحلال.

“Bagi kaum mukminin telah menjadi ketetapan bahwa meninggalkan puasa Ramadhan padahal tidak sakit adalah lebih buruk dari pezina dan pemabuk, bahkan mereka meragukan keislamannya dan mencurigainya sebagai zindiq dan tanggal agamanya.” (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/434. Lihat juga Imam Al Munawi, Faidhul Qadir, 4/410. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

SIAPA SAJA YANG DIWAJIBKAN PUASA?

Siapa saja yang merasa beriman.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 184 turun berkenaan dengan maula (Budak yang sudah dimerdekakan) Qais bin Assa-ib yang memaksakan diri berpuasa, padahal ia sudah tua sekali. Dengan turunnya ayat ini, ia berbuka dan membayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin, selama ia tidak berpuasa itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d di dalam kitab at-Thabaqat yang bersumber dari Mujahid.)

HIKMAH DAN KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

  1. Tarbiyah Irodah/Nafsiyyah è Tazkiyatun Nafs
  2. Tarbiyah Jasadiyyah è Tash-hiyyun Jasad
  3. Tarbiyah Ijtima’iyyah è Tazdiidun hasaasiyyatun Ijtima’iy

PERTAMA KALI PUASA RAMADHAN DISYARI’ATKAN

Imam Ibnul Qoyyim rahimahulloh mengatakan: “Tatkala menundukkan jiwa dari perkara yang disenangi termasuk perkara yang sulit dan berat, maka kewajiban puasa Ramadhan tertunda hingga setengah perjalanan Islam setelah hijrah. Ketika jiwa manusia sudah mapan dalam masalah tauhid, sholat, dan perintah-perintah dalam al-Qur’an, maka kewajiban puasa Ramadhan mulai diberlakukan secara bertahap. Kewajiban puasa Ramadhan jatuh pada tahun kedua hijriah *, tatkala Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam wafat, beliau sudah mengalami sembilan kali puasa Ramadhan. ( Zaadul Ma’ad 2/29)

* Hijrah pertama kali: 26 Safar AH 1 (9 September 622)

KAPAN MEMULAI PUASA RAMADHAN??

Jadi, memulai puasa ramadhan dapat ditetapkan melalui 2 cara :

  1. Ru’yatul Hilal
  2. Memperkirakan hilal : Menyempurnakan Sya’ban 30 hari / Hisab

Yang perlu DIPERHATIKAN…!!!

Karena perbedaan MATHLA’ (posisi geografis) suatu wilayah, maka akan sangat memungkinkan terjadinya perbedaan RU’YATUL HILAL. Demikian halnya dengan perbedaan metode HISAB yang digunakan juga sangat memungkinkan terjadinya selisih perhitungan “accepted or not” sebagai masuknya bulan baru, MAKA: Perlu ada kesepakatan bersama (hal ini telah disepakati oleh para ulama, mutafaqun ‘alaihi) bahwa keputusan/ketetapan HAKIM/PEMIMPIN NEGARA/ PEMERINTAHAN dapat memutuskan hal-hal yang MUKHTALAFUN FIIH (diperselihsihkan).

DO’A BERBUKA

Ada beberapa doa berbuka puasa yang Dhoif diantaranya yaitu:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم\

Dan

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

Dan Doa dari hadist yang shahih yaitu

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud (2357), Ad Daruquthni (2/401), dan dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232 juga oleh Al Albani di Shahih Sunan Abi Daud

Selain banyak hal yang perlu diperhatikan juga banyak hal yang perlu di tinggalkan diantaranya

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل ، فليس لله حاجة أن يدع طعامه وشرابه

(HR. Bukhari, no.6057)

 قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : “ كم من صائم ليسله من صيامه إلا الظمأ ، وكم من قائم ليس له من قيامه إلاالسهر”

(HR At-tirmidzi No. 1399)

Bismillah semoga kita bisa:

  1. Khotam Qur’an min 1X
  2. Tidak absen tarawih
  3. Tidak absen sholat fardu berjamaah
  4. Sholat rowatib full
  5. Sholat dhuha min 2 rakaat tiap hari
  6. Semakin giat bersedekah
  7. Menahan amarah, tidak bicara dan melakukan perbuatan sia-sia, menggunjing, ghibah dll.
  8. Mempererat silaturahim
  9. Saling mendo’akan
  10. Meningkatkan kafa’ah islamiyah (membaca buku siroh, fiqih dll)

Setelah materi kedua selesai, dilanjutkan hiburan dari Tim Nasyid FORMMIT Utaratu yang menarik untuk disimak.

Tim Nasyid FORMMIT Utaratu

Anggota Tim Nasyid yang tampil pada saat itu adalah (foto dari kanan-kiri):

  1. Tri Cahyo Wibowo – Presiden FORMMIT
  2. Iman Adi Purnama – Sekjen FORMMIT Utaratu
  3. Arian Dwi Putra – Gubernur FORMMIT Utaratu
  4. Argo Hadi Kusumo – Pembinaan FORMMIT Utaratu

Tim nasyid ini membawakan lagu dari Snada yang berjudul “Neo Sholawat”. Lagu ini mampu mengheningkan suasana hingga semua tertunduk untuk bersholawat pada junjungan Nabi Besar kita Rasululloh SAW.  Penampilan Nasyid ini sekaligus mengakhiri acara kajian gabungan pada saat itu. Alhamdulillah semoga acara kajian gabungan ini penuh berkah dari Allah SWT, dan mampu menumbuhkan semangat kita dalam menyambut bulan yang teramat istimewa yaitu Bulan Suci Ramadhan. Dan yang terakhir mari kita semua berdoa agar kita dipertemukan dengan Bulan Suci Ramadhan. Amin amin ya Robbal alamin.  (Emy, Dini/Media FORMMIT Utaratu ; Dokumentasi : Dini)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,041 other followers

%d bloggers like this: