Home » Taushiyah » Kisah Abdullah bin Ubay (2)

Kisah Abdullah bin Ubay (2)


Di tulisan yang lalu kami berjanji akan menceritakan bagaimana Rasulullah saw menyikapi sikap Abdullah bin Ubay yang kritis namun penuh dengan dusta. Dengan harapan kita bisa mencontoh sikap Rasulullah saw dalam menghadapi orang-orang setipe Abdullah bin Ubay pada masa saat ini.

Namun demikian, sebelum ke situ ada baiknya kita perlu mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Abdullah bin Ubay. Dengan harapan jika kita mengetahui penyebabnya, maka akan mempermudah kita dalam memahami permasalahan dan mencari jalan keluarnya.

Kalo kita menyimak Sirah pada tulisan sebelumnya, menjadi tanda tanya bagi kita, mengapa Abdullah bin Ubay bersikap demikian keji terhadap Rasulullah saw? Sehingga tega berpura-pura Islam padahal memusuhi umat Muslim, serta menyimpan dendam tetapi terpaksa menampakkan kecintaan dan kesukaan? Kembali kita buka lembaran Sirah Nabawiyah.

Beberapa tahun sebelum peristiwa Hijrah tepatnya seusai perang Bu’ats, Aus dan Khazraj, dua suku ternama di Yastrib (nama lama Madinah), sudah sepakat untuk mengangkat Abdullah bin Ubay sebagai pemimpin. Padahal sebelumnya mereka tidak pernah berpikir untuk mengangkat seseorang sebagai pemimpin. Bahkan untuk maksud ini mereka sudah merancang mahkota untuk disematkan di kepalanya, sebagai wujud pengangkatan dirinya sebagai raja dan pemimpin bagi Aus dan Khazraj. Tetapi sebelum dia sempat menjadi raja bagi seluruh penduduk Madinah, terbetik kabar tentang kedatangan Rasulullah saw dan banyak kaumnya sendiri yang berpaling darinya.

Oleh karena itu dia melihat Rasulullah saw sebagai orang yang telah merampas kerajaan yang sudah tampak di depan mata. Maka tidak heran jika kemudian dia menyimpan kebencian terhadap beliau. Karena dia melihat beberapa pertimbangan yang tidak mendukungnya untuk bergabung dengan beliau, apalagi beliau tidak memberi kesempatan kepada seseorang untuk mengeruk kepentingan duniawi, maka dia hanya bisa menyimpan kekufuran di dalam batinnya. Sehingga setiap ada kesempatan untuk melancarkan tipu daya terhadap Rasulullah saw dan orang-orang Muslim, maka kesempatan itu pasti tidak akan dia sia-siakan. Sementara rekan-rekannya yang dulu mengharapkan kedudukan tertentu dalam kerajaannya, juga ikut mendukung rencana-rencananya. Maka orang-orang Muslim yang lemah pikirannya dia pergunakan sebagai alat untuk memuluskan segala rencananya.

Naudzubillah, semoga Allah swt senantiasa melindungi kita dari sikap yang ditunjukkan oleh Abdullah bin Ubay dan rekan-rekannya. Mereka terkesima oleh jabatan dan kemewahan dunia, hingga mementingkan kesenangan yang fana daripada kenikmatan abadi. Mereka bersegera mengambil hak dan tempatnya ketika umat Muslim mengalami kemenangan, padahal mereka tidak ikut berjuang di jalan Allah swt. (QS At-Taubah : 42)

Hendaknya kita berhati-hati terhadap sifat-sifat nifak semacam itu. Jangan pernah merasa menjadi orang yang paling suci, paling mulia, berhak menjadi penduduk surga. Sehingga lupa atau pura-pura lupa bahwa manusia hanyalah hamba Allah swt, yang rawan berbuat salah, dan hanya Allah swt lah yang Maha Suci dan Maha Mulia.

Terkadang kepandaian kita dalam menuntut ilmu, kebagusan kita dalam beramal, keseriusan kita dalam berdakwah, dan kepeloporan kita dalam memperhatikan umat, membuat setan dengan lebih mudah menularkan sifat sombong yang dimilikinya. Dengan begitu tanpa terasa hati kita sedikit demi sedikit ternodai oleh noda hitam. Begitu kita menyadarinya, ternyata hati ini sudah terlalu kotor, terlalu banyak keburukan yang sudah dilakukan. Naudzubillah…

Ada baiknya kita meneladani sikap para sahabat dalam menjaga diri dari sifat munafik.

Umar bin Khatthab ra datang kepada Hudzaifah bin Yaman ra, katanya: “Saya ingin bertanya karena Allah, apakah Rasulullah menyebut namaku dalam daftar orang-orang munafik?” Hudzaifah ra menjawab: “Tidak, dan setelah ini aku tidak akan menyatakan lagi bahwa seseorang itu bersih.”

Ibnu Abu Mulaikah rahimahullah menuturkan: “Aku telah berjumpa dengan tiga puluh orang sahabat Rasulullah saw, semuanya takut dirinya terkena sifat nifak. Tidak ada seorang pun dari mereka yang mengatakan bahwa imannya murni seperti imannya Jibril dan Mikail.”

Diantara doa seorang sahabat ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kekhusyukan nifak. Ia ditanya: Apa maksud dari kekhusyukan nifak? Ia menjawab: “Badannya kelihatan khusyuk (tunduk dan patuh) sementara hatinya tidak.”

Lihatlah teman, mereka para sahabat sungguh begitu berhati-hati menjaga diri mereka dari bahaya sifat nifak. Padahal bagaimana amalan dan dakwah para sahabat tidak diragukan lagi. Sebesar apapun usaha dan pengorbanan kita dalam beramal dan berdakwah, tidak akan mampu menyaingi apa yang sudah dilakukan para sahabat. Namun para sahabat masih selalu diliputi ketakutan, jangan-jangan salah satu sifat kemunafikan ada di dalam hati mereka. Lalu mengapa kita dengan begitu percaya dirinya merasa bahwa kerja dakwah kita adalah yang paling bagus dan paling berhak mendapatkan pengakuan? Apakah kita tidak takut jangan-jangan sifat nifak ada dalam diri kita? Naudzubillah…

Di tulisan ketiga, seperti yang saya janjikan, kita akan lihat bagaimana sikap Rasulullah saw menghadapi tindak tanduk Abdullah bin Ubay cs. Dalam berbagai macam peristiwa, Abdullah bin Ubay cs selalu saja mencari-cari peluang untuk berbuat kritis yang dusta, seakan-akan memuji namun benci, dan bahkan menyebarkan berita bohong di belakang Rasulullah saw. Dari sikap Rasulullah itu, nantinya kita bisa mengambil pelajaran bagaimana sikap kita seharusnya terhadap orang semacam Abdullah bin Ubay cs. Insya allah pembahasan itu ada di tulisan Abdullah bin Ubay 3.

dari milis FORMMIT Utaratu

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,039 other followers

%d bloggers like this: